- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Karya : Edy Saputro Cahyo
Mereka adalah orang-orang yang bernapas di Kampus ini.
Mereka adalah orang-orang yang bernapas di Kampus ini.
Sastra, 4 Arpil 2013
Lalat Kampus
Malam
adalah maunya
Siang
malu dengan ribuan semut kampus
Di
aspalan, trotoar melirik ragu
Kadang
masuk ruang ber-ac
Menyamar
kutukan caci maki
Berkerubung
sesaat ada kesenangan bebauan
Sesekali
menempel ribuan pori-pori ketagihan
Seimbang
dengan virus kegilaan
Katak kampus
Seperti
kata dalam tempurung
Mau
menaiki tidak mau mendayung
Kebijakan
selalu penuh sandungan
Jalan
mundur
Apa
ingin kesandung?
Katak
berkata: dogma-dogma dijadikan peraga
Siang
ngantor dalam tembok besi
Malam
ngelon dalam kamar beton
Katak
umum ala biasa
Katak
kampus membingungkan dan buat mampus
Kenyataannya!
Katak
kampus tetap berhembus di ruang bagus
Kambing kampus
Berkeliaran
hanya mampang muka aman
Berjaga
seperti mau siaga
Ya…!
Pembalut
tubuh menawan
Kambing
sungguhan di siang hanya mampang tampang dan makan
Kambing
kampus di siaang dan malam pupus di keranda pojokan
Burung Kampus
Suaranya
serak bikin kami berak
Terbang
kesana-kesini menaiki mersi
Nguli
pagi dibuatnya bermimpi
Padahal
di atas kipas-kipas
Teriakan
merdu penuh racun dan madu
Hanya
untuk gaji dan popularitas dalam hutan trembesi
Analisis
dikira sadis dan penuh humoris
Hingga
mnggelegar di atas dan di bawah kasur persembunyian
Ular Kampus
Bisanya
mematok harga
Bisanya
menyelinap di rawa
Bisanya
berkata dan bersabda
Tujuan
utama mengadu domba
Bisa-bisa
racunya meniup nyawa
Bagi
kami yang tahu akan tertawa terbaha-baha
Bahwa
kalian hanya mengertak dan menginjak-injak pundak
Semut Kampus
Barisnya
manis pemborong gula korupsian
Gotong
royongannya medobrak lubang kecil
Ia
aktifis setengah preman
Di
ketika malam seteguk air bening menemani bernyanyi
Semut-semut
melawan tindakan semena-mena katak kampus
Cicak Kampus
Ditempel
pamlet diam di ruang ber-ac
Dipajang
foto telanjang di kamar
Liuk
tubuh menjerat bayi-bayi pendatang
Terjerat
tak sadarkan diri
Tiba-tiba
berguling mengotori semut-semut kampus
Kebencian
jadi doktrin tersembunyi
Menunggu
berdikusi hingga mati
Kemacoan
mulut menghipnotis teori-teori yang basi
Berharap
mereka segera berdiri memanggul orang sakti
Tikus Kampus
Dimana
makannya?
Dimana
beranaknya?
Dimana
persembunyiannya?
Tiba-tiba
menyelinap menggondol makanan hak hewan
kampus
Hobinya
main ayam ketika malam
Makan
di keramainpun tetap tidak ketahuan
Gambar-gambar
I gusti ngurah rai dalam dekapan
Gambar
bunga melati dianggap tidak berarti
Kucing Kampus
Satu,dua, tiga, empat
Mendekat
Mencium
Lima,
enam, tujuh, delapan
Debat
untuk pmberithuan
Aku
yang ada dalam mimpi
Berdiri
dan dimarahi
Sembilan
, sepuluh
Aku
diam tanpa ada keluh
Semua
berlagak patuh
Padahal
melawan gerombolan kucing kampus gampang
Dilempari
belulang
Dan
semua melawan
Bunglon Kampus
Seragam
maconya berganti-ganti warna
Naikanya
mobil beroda uang recehan
Berjalan
tak ubahnya menyapa
Tetapi,
pada yang bersuara
Dirobohkan
hunian kami dan berdiskusi dengan janji
Selalu
tudingan caci maki yang mengarah pada kami
Untuk
memaahami tidak bermimpi disini
Ataupun
bersemedi
Hari
ini bugklon kampus membatasi kami
Ulat Kampus
Mulutnya
membuat gatal telingga
Ia berbicara beribu bahasaa
Sukanya
di kegelaan berdua
Siapa
sangka dompet kurus tanpa nyawa
Apalagi,
ribuan kamar terisi bau amis
Belilah
pelampung agar tidak tenggelam
Bulu-bulu
gatal ada di seluruh kampus
Akhirnya
hangus perantaun tanpa skripsi
Komentar
Posting Komentar