11 Puisi Hewan Kampus

Karya : Edy Saputro Cahyo

Mereka adalah orang-orang yang bernapas di Kampus ini.
Sastra, 4 Arpil 2013

Lalat Kampus
Malam adalah maunya
Siang malu dengan ribuan semut  kampus
Di aspalan, trotoar melirik ragu
Kadang masuk ruang ber-ac
Menyamar kutukan caci maki
Berkerubung sesaat ada kesenangan bebauan
Sesekali menempel ribuan pori-pori  ketagihan
Seimbang dengan virus kegilaan

Katak kampus
Seperti kata dalam tempurung
Mau menaiki tidak mau mendayung
Kebijakan selalu penuh sandungan
Jalan mundur
Apa ingin kesandung?
Katak berkata: dogma-dogma dijadikan peraga
Siang ngantor dalam tembok besi
Malam ngelon dalam kamar beton
Katak umum ala biasa
Katak kampus membingungkan dan buat mampus
Kenyataannya!
Katak kampus tetap berhembus di ruang bagus
  
Kambing kampus
Berkeliaran hanya mampang muka aman
Berjaga seperti mau siaga
Ya…!
Pembalut tubuh menawan
Kambing sungguhan di siang hanya mampang tampang dan makan
Kambing kampus di siaang dan malam pupus di keranda pojokan

Burung  Kampus
Suaranya serak bikin kami berak
Terbang kesana-kesini menaiki mersi
Nguli pagi dibuatnya bermimpi
Padahal di atas kipas-kipas
Teriakan merdu  penuh racun dan madu
Hanya untuk gaji dan popularitas dalam hutan trembesi
Analisis dikira sadis dan penuh humoris
Hingga mnggelegar di atas dan di bawah kasur persembunyian

Ular Kampus
Bisanya mematok harga
Bisanya menyelinap di rawa
Bisanya berkata dan bersabda
Tujuan utama mengadu domba
Bisa-bisa racunya meniup nyawa
Bagi kami yang tahu akan tertawa terbaha-baha
Bahwa kalian hanya mengertak dan menginjak-injak pundak

Semut Kampus
Barisnya manis pemborong gula korupsian
Gotong royongannya medobrak lubang kecil
Ia aktifis setengah preman
Di ketika malam seteguk air bening menemani bernyanyi
Semut-semut melawan tindakan semena-mena katak kampus

Cicak Kampus
Ditempel pamlet diam di ruang ber-ac
Dipajang foto telanjang di kamar
Liuk tubuh menjerat bayi-bayi pendatang
Terjerat tak sadarkan diri
Tiba-tiba berguling mengotori semut-semut kampus
Kebencian jadi doktrin tersembunyi
Menunggu berdikusi hingga mati
Kemacoan mulut menghipnotis teori-teori yang basi
Berharap mereka segera berdiri memanggul orang sakti

Tikus Kampus
Dimana makannya?
Dimana beranaknya?
Dimana persembunyiannya?
Tiba-tiba menyelinap menggondol  makanan hak hewan kampus
Hobinya main ayam ketika malam
Makan di keramainpun tetap tidak ketahuan
Gambar-gambar I gusti ngurah rai dalam dekapan
Gambar bunga melati dianggap tidak berarti

Kucing Kampus
Satu,dua,  tiga, empat
Mendekat
Mencium
Lima, enam, tujuh, delapan
Debat untuk pmberithuan
Aku yang ada dalam mimpi
Berdiri dan dimarahi
Sembilan , sepuluh
Aku diam tanpa ada keluh
Semua berlagak patuh
Padahal melawan gerombolan kucing kampus gampang
Dilempari belulang
Dan semua melawan

Bunglon Kampus
Seragam maconya berganti-ganti warna
Naikanya mobil beroda uang recehan
Berjalan tak ubahnya menyapa
Tetapi, pada yang bersuara
Dirobohkan hunian kami dan  berdiskusi dengan janji
Selalu tudingan caci maki yang mengarah pada kami
Untuk memaahami tidak bermimpi disini
Ataupun bersemedi
Hari ini bugklon kampus membatasi kami

Ulat Kampus
Mulutnya membuat gatal telingga
Ia  berbicara beribu bahasaa
Sukanya di kegelaan berdua
Siapa sangka dompet kurus tanpa nyawa

Apalagi, ribuan kamar terisi bau amis
Belilah pelampung agar tidak tenggelam
Bulu-bulu gatal ada di seluruh kampus
Akhirnya hangus perantaun tanpa skripsi


Komentar