- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Karya: Edy Saputro Cahyo
Tadi pagi, sekumpulan manusia yang
tidak terhitung jumlahnya haus akan sebongkah magma dari mana?. Dari uang
sendiri atau uang yang telah mereka sembunyikan berkali-kali di kesunyian. Apa yang
kami lakukan hanya ingin merasa panas, dan sungguh panas. Tak ada yang dikenali
dalam situasi saat itu. Hanya mereka yang berbicara tanpa rupa. Setelah kami
antri sekian lama. Di titik terakhir kami menemukan ruang atau celah kecil. Ruang
itu untuk mengambil magma yang telah tertata. Semua bangga dengan adanya
penghargaan dalam situasi itu. Merekalah kaum yang berdasi. Usai kaum-kaum
besar, katanya, mencicipi sebuah magma. Kini terbuka untuk semua kaum yang
hidup disini. Saat itulah rencana strategi kami buat menjadi-jadi. Ada banyak
magma yang kami kumpulkan di pinggiran jalan. Mereka berdua teman yang sangat
konyol dalam segala tindakan siang dan malam. Kapan ini akan berahir, mereka
hanya ingin saudara-saudara juga merasakan magma ini. Sebuah hasil yang menjadi pertanyaan buat
kami, hingga mereka berdua sungguh dituntu bekerja rodi. Sungguh niatan yang
baik, yang mereka lakukan dengan adanya kerja keras yang akan dinikmati
bersama. Jiwa itu muncul saat semua terdesak. Kini, cukup magma yang kami
dapatkan. Mari pulang, dan membagikan kepada para kaum-kaum yang malas
berdesakan di sepanjang jalan. Mereka juga bisa merasakan apa yang telah kami
dapat. Bahkan, pengemis yang di pinggir jalan , kami tawari. Namun apa yang
terjadi. Adanya penolakan secara halus, dia sudah mendapatkan magma yang sulit
kami dapatkan. Tapi, semua itu bukan hal yang biasa yang pernah kami temui. Dan
bagaimana dia dapat mendapatkan magma sebanyak itu?. Paling mereka-mereka yang
telah mendapatkan terlebih dahulu. Ketika kami berjalan semua mata tertuju
kepada langkah dan gerak kami. sesampainya di sarang, mereka berdua yang
konyol, , mengucap kata-kata dan memang sungguh aneh suasana saat itu. Yaitu rame,
yang biasa sepi. dia mengucap kalaulah disini ada masalah semua akan menjauh,
namun ketika ada banyak magma yang da nada hal-hal yang menyenangkan mereka
berdatangan. Pertanda apa ini?. Perkataan yang ia lontarkan sangat memaknai
sebuah kondisi saat itu. Kalaupun semua telingga yang mendengar itu mampu
beradaptasi dengan lingkungan yang lama dan baru. Akan merasakan perbedaan yang
nyata. Saat ini magma masih tersisa banyak. Kami sisakan kepada mereka yang
belum datang pagi sampai siang tadi.
Double, 23 Oktober 2014
Komentar
Posting Komentar