- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
oleh: Edy Saputro Cahyo
Singa-singa di luar
sana haus akan sebonggol santapan siang, malam. Keberadaan Singa yang
berkeliaran di sekitar sarang membahayakan bagi keluarga Monyet. Keluarga yang
mau dan tidak mau harus menerima perbedaan dari asal-usul yang berbeda.
Perbedaan itu terarah ketika ada satu tujuan bersama. Daun-daun di luar sana
mulai berguguran, seimbang dengan apa yang ada dalam sarang. Menakutkan, ada
bunglon yang diam-diam menusuk dari arah silet.
Burung yang berkicau menandakan sebuah sapaan pagi untuk kaumnya. Sarang
tetangga kelihatan tak takut akan keberadaan Singa yang kelaparan. Jumlah yang
banyak menjadi ujung tombak. Tak hanya itu, sarang lain juga ada yang
memberontak dengan tuduhan yang dianggap merugikan.
Sarang ini terfokus
pada satu titik. Sarang utama. Bagaimanapun singa yang licik mempermainkan
segala cara demi mendapat makananan. Satu sarang ini terdiri dalam ikatan yang
kuat. Seharusnya seperti itu. Tetapi keberadaan Singa sebagai bunglon mencoba
menghancurkan ikatan keluarga Monyet. Dalam aturan adat yang telah dibuat.
Semua tidak akan dapat mengelakan apa yang terjadi. Tuntutan siang dan malam
mencari makan. Di kehidupan luar sarang jauhlah berbeda dengan apa yang di
sarang.
Anak-anak kambing
diajari bersikap seperti Singa. Kambing-kambing yang masih belia dan belum
terarah. Orang-orang dalam sarang tak mampu merenggut anak-anak kambing itu. Singa
seolah menguasai dunia luar sana, hanya hutan kecil yang berpohon. Luaran hutan
kecil ini masih banyak sarang-sarang lain dan hutan-hutan, yang mampu
menjadikan hubungan struktur orang-orang di dalamnya menjadi kuat. Orang-orang
sarang yang berkecimpung mencari hubungan itu, tetapi dimentahkan oleh Singa di
luar sana. Orang-orang dalam sarang seperti manusia, tapi sebenarnya mereka
hewan. Ia monyet. Tidak monyet biasa, ia mempunyai pemikiran dan unsur-unsur hubungan
kerja sesuai aturan yang dibuat dalam sarang.
Ketika Monyet itu
melemah, hanya ada dua Singa di luar sana yang dapat mengobrak-abrik sarang.
Singa tak mau ikut aturan dalam lingkup sarang Monyet. Sebab tidak hanya
kebutuhan makan yang mereka cari, namun ketenaran berkuasa di luar sana. Dan
pastinya akan menguasai sarang. Kejadian ini mengharuskan para Monyet harus
mengabungkan semua pemikiran dan kekuatan. Tapi sia-sia usahanya. Hanya sebuah
teori belaka yang takut untuk dilaksanakan untuk menikam Singa. Jangan hanya Singa
yang bisa menerkam anak-anak kambing dan hewan lainnya.
Lupakan segala hal yang
pernah Singa lakukan kepada si Monyet. Siang, malam, tak membuatnya menyerah
berusaha dan berusaha. Akhirnya salah satu Monyet yang dianggap berani mampu
mengajak Singa untuk berdiskusi bersama. Apa yang terjadi, semua tawaran dan aturan
yang ditawarkan si Monyet dimentahkan dan ditolak dengan tak mau mengikuti
sebuah aturan. Monyet sudah berusaha , lagi-lagi gagal.
Sarangpun kacau dengan
kejadian ini. Tak mungkin semua harus mengikuti Singa. Aspirasi-aspirasi para
kaum Monyet memberi semangat terhadap pimpinan Monyet. Banyak obrolan dan
kebersamaan dalam sarang mereka, namun juga sia-sia. Hancurlah sarang dengan
perbedaan pendapat yang terjadi. Perkelahian saudara menjadi musuh tersendiri.
Seakan luar sana tak menakutkan lagi. Tapi dalam saranglah yang menakutkan.
Kalau saja mereka memiliki satu suara perlawanan tak akan terjadi seperti saat
ini. Sarang gawat.
Semua penyerahan
terlihat sekali, ketika Singa mampu masuk dan ikut memimpin sebuah diskusi. Apa
yang Singa katakan tak berani Monyet memberontak. Bahkan pimpinan Monyet turut
dalam sebuah ketakutan. Di luar sekarang tidaklah berbahaya untuk para Monyet, mereka
leluasa mondar-mandir kesana-kesini. Selain musuh utamanya Singa. Monyet
mendapat musuh baru dari sekolompok anak kambing. Tak tahu apa sebabnya dan
bagaimana ceritanya. Jelas anak kambing telah disuap dengan kata-kata yang
diberikan Singa. Tak benar sepertinya.
Ketika malam datang
beberapa Monyet mencari tempat yang aman untuk meruntuhkan pertahanan Singa.
Dengan kata lain Monyet mempunyai ide licik. Mereka menculik satu persatu
anak-anak kambing yang terkena hipnotisnya. Beberapa kambing akhirnya sadar,
apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi bagaimana terhadap anak-anak kambing yang
masih terbelenggu hipnotis?. Monyet-monyet binggung.
Kelakuan kambing yang
sudah sadar mencoba mendekati kambing-kambing yang terpengaruh. Beberapa
kambing sadar apa yang telah terjadi sebenarnya. Kambing-kambing yang terlalu
dalam menyelam dalam otak Singa, tak menyangka seperti ini kelakuan buruknya.
Kebenaran akan selalu menang, walaupun banyak orang yang telah dibenci demi
kebenaran. Namun mereka yang dibenci lebih suka. Para Monyet mbeling itulah yang dulu dibenci
pimpinan Monyet. Kini mampu mngapresiasi sebuah tindakan nekat demi kebenaran.
Singa kini mendesah ketakutan
dan gelisah. Mereka ragu dan malu untuk mengancam dan merayu. Bahwa mereka
menyadari kesalahan yang dilakukan. Ini hanyalah sebuah cerita hewan imajinasi
yang terlitas dalam pikiran Monyet. Yaitu aku Monyet itu. Aku berimajinasi
sebagai Monyet yang tertindas, dan kaum-kaumku. Tapi kami mencoba bangkit dan
merangkul keluarga yang telah terhipnotis sebuah kata.
Komentar
Posting Komentar