Sinopsis_Rumah Hujan

Sumber: Kompas 2005-2006
RUMAH HUJAN
Karya:  Dewi Ria Utari
oleh : Edy Saputro Cahyo


Cerita  ini berlatar di rumah Budhe Ranti, rumah Narpati, rumah Rusdi dan di sebuah bukit. Saat berusia lima tahun Narpati yang masih memejamkan mata digendong Ibunya ke rumah Budhe Ranti. Narpati tidak mengingat  banyak hal saat itu, hanya air dari tritisan atap yang ia ingat. karena ia tidak suka dengan kemarau, yang melihat Ayahnya mencari air sampai ke gunung. Sejak itu ia menyukai air. Di rumah Budhenya ia sering bermain dengan air dan memunguti bunga kamboja yang jatuh untuk diberikan Ayahnya. Lima bulan Ayahnya tidak pulang, kata Ibu Ayahnya mencari kayu untuk bahan membuat meja dan kursi. Ketika itu Narpati kehilangan teman bermain. Narpati sekarang tiada teman bermain sedangkan Ibu sibuk membaca gulungan lontar. Narpati akhirnya diajak pergi kerumah Budhe Ranti, Narpati dengan senang pergi kesana karena bisa melihat rumah hujan. Ibunya ke rumah budhe Ranti dengan maksud menitipkan Narpati karena dirinya akan mencari suaminya. Saat berumur sembilan tahun Narpati bertanya kepada Budhe tentang keadaan Ayah dan Ibunya. Namun jawabanya mereka baik-baik saja. Memang ia sangat betah tinggal di rumah hujan, sebab banyak hal yang menarik dan juga banyak mendapat teman. Biasanya teman-temannya mengajak bermain di danau, Rusdi yang dilarang orang dewasa bermain di rumah hujan. Namun, nekat  mereka ingin mengenal Narpati karena sedih dan sering bercakap-cakap dengan pepohonan. Temanya yang tidak bisa melihat air yang menetes dari atap. Budhe menyuruh Narpati memegang kepala teman-temanya dan akhirnya bisa melihat air itu. Mereka juga bisa mendengar suara-suara dari pohon sukun. Wulan yang tertidur di pohon sukun itu bermimpi kalau ada kabut pelangi yang turun dari bukit dan menetap di rumah hujan.  Budhe diam dan Narpati sering terbangun melihat keanehan sebuah cahaya. Saat itu Rusdi dan Wulan dilarang bermain di rumah hujan oleh orang tua mereka. Narpati juga bertanya mengapa mereka dilarang bermain dirumah hujan, tak ada jawaban dari budhe. Setelah pulang dari rumah Rusdi, Narpati diajak pergi ke bukit oleh Budhenya, saat meninggalkan pendopo melihat tak ada air menetes di atap.  Dan tiba di ujung bukit rumah hujan itu dikerumuni obor yang menelan dan melalapnya. Narpati berharap bisa kembali lagi menunggu Ibu dan Ayanhya dan bisa bermain dengan teman-temanya lagi.

Komentar