- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Karya : Edy Saputro Cahyo
Aku berbaring hanya memejamkan mata. Bukan memejamkan telingga. Daun telingga yang melekat dapat mandat. Mereka mengetahui, aku telah jauh dibawa mimpi. Suara-suara yang aku rekam telah aku ketahui namanya. Tapi letak makna tak ada. Gelap yang aku rasakan tak terwujud. Rasa panaslah yang membumbui pemandangan. Telingga sudah mampu merayu gejolak kata yang tajam. Hanya satu. Iapun sedikit tak mampu. Lagi-algi kekocakan bikin muak. Kata yang indah mampu menunjuk orang yang telah menjadi dewa malam ini. Telingga menyankinkan bahwa tak ada irama kata yang mampu meluluhkan sebuah batu sandungan. Kembali lagi ke awal kata yang telah berbunyi. Sedikit keras, menyakitkan, bahkan membenci yang melekat dalam hati. Mental tak akan mampu mendekati malam yang berisi sebuah kata. Keberanian yang matang dan obrolan yang panjang, tak akan merubah pelukan kata. Kalaulah telingga mau mendekte, semua akan berkeliling dan pusing.
Aku berbaring hanya memejamkan mata. Bukan memejamkan telingga. Daun telingga yang melekat dapat mandat. Mereka mengetahui, aku telah jauh dibawa mimpi. Suara-suara yang aku rekam telah aku ketahui namanya. Tapi letak makna tak ada. Gelap yang aku rasakan tak terwujud. Rasa panaslah yang membumbui pemandangan. Telingga sudah mampu merayu gejolak kata yang tajam. Hanya satu. Iapun sedikit tak mampu. Lagi-algi kekocakan bikin muak. Kata yang indah mampu menunjuk orang yang telah menjadi dewa malam ini. Telingga menyankinkan bahwa tak ada irama kata yang mampu meluluhkan sebuah batu sandungan. Kembali lagi ke awal kata yang telah berbunyi. Sedikit keras, menyakitkan, bahkan membenci yang melekat dalam hati. Mental tak akan mampu mendekati malam yang berisi sebuah kata. Keberanian yang matang dan obrolan yang panjang, tak akan merubah pelukan kata. Kalaulah telingga mau mendekte, semua akan berkeliling dan pusing.
Komentar
Posting Komentar