3#

3# Cara Memberontak, Ini Caraku Bukan Caramu

Kalian yang menyapa aku setiap pagi seakan sudah tidak asing lagi. Aku berpakaian rapi membawa tas laptop,  tidak mau kemana-mana. Aku mau mengerjakan tugas. Mereka sering menanyakan tugas apa, tugas ini bukan tugas biasa. Ini sebuah kado istimewa. Bukan aku membodohi kalian atapun menipu. Demi hati yang nantinya dapat terpukul ketika mendengar salah arti. Aku mau mengerjakan skripsi. Jelas kalian akan merasa terpukul. Iri dan cara pandang kalian kepadaku akan jauh berbeda. Aku sedikit berontak menipu pembicaraan. Karena semua demi menjaga rasa hati. Aku telah akui salah dalam ucapan ini. Justru itulah kalian tak mencurigai gerak yang aku lakukan.
Kehendaku sendiri, caraku sendiri. Malahan kata-kata ini dicontoh oleh beberapa teman. Mereka yang mengetahui cara berontaku. Kapan aku akan terus terang kepada mereka yang sering bertanya. Setiap aku berpakaian rapi dan membawa tas.  Sepemandangan mereka aku tidak pernah membuka buku, apalagi ke perpus. Tidak pernah mereka jumpai. Aku baca ketika kalian tidur, aku kerjakan ketika kalian tak ada di sekitar sarang. Apa yang kalian lihat bukan segalanya benar. Bisa dikatakan sebuah kejutan yang tak akan kalian duga-duga. Setiap paginya hanya bersama kalian. Kalau mereka rasakan. Dan kapan saya mengerjakan kado itu.
Ingtakah. Setiap ngopiku, setiap diskusiku, dan setiap bersama kalian dimanapun berada. Aku selalu mencicil kado istimewa ini. Kalapun aku tak bisa kalian terima, semua akan tergambar di kado. Apa tujuan aku membuat ide-ide dan imajinasi yang tak orang lain fikirkan. Karena itu caraku bukan caramu. Seandainya kalaian tahu terang-terangan apa yang sedang aku kerjakan. Kalian tak akan pernah suka kepadaku, bahkan terkejut dengan tingkah lakuku yang seperti ini. Tertawa terbaha-baha, tanpa dosa. Kalian tertawa aku tertawa. Kalian serius aku serius. Kalian ngawur aku juga ngawur. Tidak terlihat bukan. Kata-kata kalian yang akan memaknai semua yang terjadi. Dimanapun saat kalian bersama aku. Hati-hatilah jika kau tidak mengenal orang itu.

Aku ingin dibenci terlebih dahulu. Bencilah aku. Karena aku beranggapan bahwasanya ketika aku telah dibenci aku akan banyak musuh. Dan musuh itu adalah sebuah tantangan bagiku. Aku tak akan pernah memukul kalian, aku juga tak akan membuat yang aneh-aneh. Kenapa aku ingin dibenci. Itu caraku bukan caramu. Saat aku sudah memberikan yang terbaik, yang pernah kalian benci kalian pasti akan memberikan pujian padaku.  Itu yang aku rasakan. Aku tidak ingin di sukai dan di puji, ketika kalian tahu salahku kalian pasti akan membenci aku, dan itu akan lebih sulit lagi untukku merangkul kalian. Membuat kejutan untuk kalian. Kalian yang membenci caraku.

Komentar