- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
5# Cara Memberontak, Ini Caraku Bukan Caramu
Hari
ini aku masuk ke ruang jurusan. Perjanjian awal telah kau hianati. Jam 10
seharusnya, datang jam 3. Kau yang lucu atau aku yang plinplan. Aku bersama
empat orang duduk di ruang tunggu. Kami bergiliran konsultasi. Aku memberi
istilah skripsi ini berbeda dari semua teman-teman. Ini sebuah kado istimewa
untuk wanita yang merantau jauh di Semarang. Giliran saya maju dan menyodorkan kado kedua
yang aku bawa. Belum sepenuhnya membaca, semua d katakan salah. Ada 10 lembar.
Bagaimana kau bisa mengatakan salah. Tulisan,
makna atau aku yang salah. Seperti kau sengaja dan membuat kado ini akan
terhambat di level kedua ini.
Kau
seharusnya membaca dengan seksama, memahami dan menanyakan kepada saya yang menulis.
Benar-benar kesalahan besar, kau buat aku acuh dengan jawaban di luar konteks
tulisan. Apa yang sebenarnya kau fikirkan. 10 lembar tak sedikitpun ada kata
yang benar. Memang seolah-olah kau dewa dari segala dewa yang aku puja. Seandainya
hari ini aku mengulangi pemberontakan jelas kau akan berikan aku imbas yang tak
wajar lagi. Tetapi aku mencoba selami, apa yang sebenarnya kau inginkan.
Mungkin dari situlah aku mengetahui caramu memberontak. Memang bukan caraku
tetapi jelas kau telah melumat segala tulisan yang aku kerjakan selama 1
minggu.
Kini
aku berharap dengan pemberontakan yang kau lakukan, aku akan terima. Seharusnya
bukan seperti itu, katanya kau sudah mempelajari psikologi manusia. Entah pria,
wanita, bencong dan yang lainya. Semua mempunyai perasaan. Namun, apa buktinya
hari ini. kau perlakukan aku tunduk dihadapmu. Apakah kau meminta sembah
dariku. Akhirnya, kado kedua ini sedikit kau maknai dengan sebuah benci. Kapan kau akan berubah. Kapan kau akan
menyayangi aku. Aku yang selalu berusaha demi seorang wanita. Apakah tidak ada
cara lain. Jelas tidak sesuai gelar yang kau sandang saat ini. Dr. bla,bla,bla.
Semua tak seimbang dengan perlakuanmu.
Buatlah
sedikit aku tersenyum dan buat aku menyukai kau. Supaya apa yang aku kerjakan
hari ini dan selanjutnya aku lebih mencintaimu.
Jangan buat aku termenung dan membenci kau. Apakah kau meniru gayaku
memberontak. Bagaimana kau bisa mengetahui itu. Apakah kejadian 2 minggu yang
lalu membuat balas dendam terhadapku. Kau boleh mencaci maki aku. Tapi, hargailah sedikit kadoku.
Kado ini bukan kado biasa. Bukan kado
yang hanya berisi tulisan copi paste. Kado ini aku curahkan dengan mengingat
wanita yang aku sayangi. Sayang yang aku paksakan terhadap kau. Dengan caramu
membuat mentalku mati.
Kepalaku
jelas buntu ketika kau terbangkan bolpoint, ke arah atas dan kau tarik ke
bawah. Apakah sebuah karya selalu diberlakukan seperti apa yang aku alami saat
ini. Aku memahami, memang sebuah karya layak disunting secara habis-habisan dan
menghasilkan yang layak dibaca, namun melalui proses membaca. Bukan seperti
saat ini. Kejadi ini berbeda. Bukan lagi membaca , tetapi langsung mengkritik kadoku dengan sebelah
mata. Baca dahalu, barulah kau kritik dan obrak-abrik segala isinya tidak
apa-apa. Aku rela. Itu yang seharusnya kau lakukan. Semua lebih jelas dan tidak
terjadi kesalah pahaman antara aku dank au.
10
lembar yang kau perlakukan tidak wajar ini. Aku akan menjadikanya sebuah
kritikan dan aku berontak dengan caraku sendiri. Sepemandangan kau kado kedua
ini tak layak, bukan!. Aku akan menyimpannya di hati dan akan aku berontak
sendiri tanpa ada orang yang mengetahui. Kepalaku hari ini rasanya penuh macam
lara. Tidak seperti biasanya. Tetapi aku sudah terbiasa. Apa karena aku tak
menceritakan ini ke mereka yang akan berhadapan selanjutnya. Kado kedua ini sementara
mati suri. Aku yakin suatu saat hidup lagi. Pastinya ada orang yang membutuhkan
selain kau. Kau yang telah membuat cara pemberontakan tidak wajar. Itu caramu
dan dalam hati inilah caraku. Aku akan selalu mencintaimu untuk menyelesaikan
kadoku.
Komentar
Posting Komentar