Aku Layak Mencintaimu


Oleh: Edy Saputro Cahyo

Kau indah di hati. Mengerti dengan keburukan yang ku alami. Paras olah tubuhmu sopan, sehingga aku segan. Jari jemarimu telah membelai leherku  malam itu, ingatkah. Tanpa sengaja aku telah mencintaimu. Rahasia kau celotehkan ke aku yang loyo. Tapi aku mencintaimu selalu.
Kebiasaan dan kebersamaanmu sering hadir dikehidupanku di hutan rimba. Aku juga tela tahu sarangmu. Beribu bunga menyambutku. Entah apa itu palsu, jelas aku terperangkap cintamu. Kapan engkau jebak aku, entah kapan kau merayu tak ku pedulikan itu. Jalaran seneng soko kulino, jangan salahkan kata jawa itu.
Sulit membatasi ruang bercinta. Niatku sebatas apa yang engkau ucap. Jangan salahkan rasa ini mengikutimu hingga kau berucap. Seandainya kata engkau tempa dengan sejuta desakan. Aku akan tetap mencinta. Entah benih-benih apa yang tertabur di lubuk hatiku. Seakan gadisku kembali.
Kapan aku letakkan kata terindah di hatimu. Aku juga tak tahu. Hari itu, malam kenapa aku bergetar kau menyebut lelaki lain. Aku binggung dikerumuni cinta. Jelas cintamu. Kenapa aku malam itu. Apakah kekosongan ini membuat pilu. Sampai-sampai aku terjatuh melihatmu.

Aku layak mencintaimu. Tapi tidak akan pernah memilikmu. Karena aku tahu. Bagaimana keluhmu bercengkrama dengan kata yang kau sumbangsihkan. Tidak ada hadirmu jelas senyum cintaku sedikit menjamu-jamu. Kaulah engaku setuju. Segera letakkan hatimu di sandaran lelaki yang kau inginkan. Aku akan membatasi  diri. Oleh senyum luka dan akan aku jaga keadaan ini. Kau bidadari yang lama menghilang.  Aku tak berdosa bila mencintaimu.

Komentar