- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh:
Edy Saputro Cahyo
Kau indah di hati. Mengerti dengan
keburukan yang ku alami. Paras olah tubuhmu sopan, sehingga aku segan. Jari jemarimu
telah membelai leherku malam itu,
ingatkah. Tanpa sengaja aku telah mencintaimu. Rahasia kau celotehkan ke aku
yang loyo. Tapi aku mencintaimu selalu.
Kebiasaan dan kebersamaanmu sering
hadir dikehidupanku di hutan rimba. Aku juga tela tahu sarangmu. Beribu bunga
menyambutku. Entah apa itu palsu, jelas aku terperangkap cintamu. Kapan engkau
jebak aku, entah kapan kau merayu tak ku pedulikan itu. Jalaran seneng soko
kulino, jangan salahkan kata jawa itu.
Sulit membatasi ruang bercinta. Niatku
sebatas apa yang engkau ucap. Jangan salahkan rasa ini mengikutimu hingga kau
berucap. Seandainya kata engkau tempa dengan sejuta desakan. Aku akan tetap
mencinta. Entah benih-benih apa yang tertabur di lubuk hatiku. Seakan gadisku
kembali.
Kapan aku letakkan kata terindah di
hatimu. Aku juga tak tahu. Hari itu, malam kenapa aku bergetar kau menyebut
lelaki lain. Aku binggung dikerumuni cinta. Jelas cintamu. Kenapa aku malam
itu. Apakah kekosongan ini membuat pilu. Sampai-sampai aku terjatuh melihatmu.
Aku layak mencintaimu. Tapi tidak
akan pernah memilikmu. Karena aku tahu. Bagaimana keluhmu bercengkrama dengan
kata yang kau sumbangsihkan. Tidak ada hadirmu jelas senyum cintaku sedikit
menjamu-jamu. Kaulah engaku setuju. Segera letakkan hatimu di sandaran lelaki
yang kau inginkan. Aku akan membatasi
diri. Oleh senyum luka dan akan aku jaga keadaan ini. Kau bidadari yang
lama menghilang. Aku tak berdosa bila
mencintaimu.

Komentar
Posting Komentar