- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
oleh: Edy Saputro Cahyo
Selamat siang. Maaf menganggu waktu
ibu. saya mau konsultasi lagi. Kapan ibu ada di kampus?. Dosen atau aku kah
yang salah. Dalam urusan melayani dan memberi waktu luang, memang orang sibuk
tidak dapat diganggu. Terus kapan kado indah ini akan terselesaikan.
Jelas-jelas saya tidak mungkin menuruti ibu terus. Ibu selalu banyak urusan di
luar. Saya juga tidak main-main dengan kado yang aku bawa. Ingin kumelaksanakan
kewajiban kepada otak ini. Sekiranya sudah tidak mampu ibu. aku akan cela
sebentar. Semua adil bu. Harus adil. Tapi kalau masih mengunggu. Jelas-jelas
aku akan lama memberikan kado masa depan. Aslinya saya ingin cepat
terselesaikan. Tapi kapan?. Ibu mempunyai waktu untuk kita saling bertatap muka
mesra. Suruh, kerumah sudah. Apa mengirim lewat email. Bukan cara yang baik
saat ini. Kau selalu berpergian. Entah apa tujuan hidupmu. Membuat dirimu
sendiri atau membuat orang lain yang membutuhkanmu sengsara. Seakan ibu perlu
didudukan sebentar saja. Kita duduk membuat cerita yang sekiranya main logika. Bukan
hanya kepentingan. Kalau ibu sudah tidak mampu, ibu tidur dan jangan kesini
lagi. Memang sedikit kasar aku bercakap. Semua gara-gara ibu. apakah yang
selama ini ibu fikirkan. Bukan hanya terhadapku, tetapi juga terhadap mereka. Mereka
yang takut mencela ibu. akulah yang mewakili. Benci aku tidak apa-apa, bila aku
memang menyebalkan. Tapi jangan pernah tipu aku dengan kata-kata kepentinganmu.
Ingat. Aku ini anakmu. Kadoku sangat penting untuk melamar apa yang aku
inginkan. Sudahlah sekian jika aku terlalu banyak berdosa. Kalau ibu juga ini
adalah perbuatan dosa besar, durhaka terhadap orang yang lebih tua. Tetapi aku
berfikir. Dosa yang ibu tanggung akan melebihi dosaku. Bukan lagi durhaka, tapi
rela mendruhakai kami dengan kata-kata kepentinga. Jauh-jauh ibu yang akan menanggung
dosa besar ini. Kata nenek saya, orang yang sudah dihormati dan mencoba bisa
mengerti, kesabarannya habis, bisa membaut segala macam cara. Kata nenek saya
sungguh menakutkan buka. Jika saya mau di siding, ibu akan saya tantang. Aku akan
berucap, kalau saya tidak dikasih nilai A akan aku bunuh ibu sekarang juga. Dan
jangan berharap tujuh turunan ibu akan mati secara tidak wajar. Menakutkan bukan.
Itu yang akan saya lakukan. Tapi, aku tak tahu yang teman-teman saya lakukan. Entah
sama atau tidak itu urusan mereka terhadap ibu. ibu yang membuat ini semua. Ibu
juga yang harus menanggung ini semua. Justru yang paling sempurna adalah otak. Tak
perlu banyak kepentingan seperti ibu. berarti ibu nomor kedua setelah presiden.
Dari catatan kesibukan. Awas bu, aku tidak main-main. Aku minta maaf sudah, dan
apa yang dikatakan ibu sudah saya lakukan. Untuk selanjutnya ibu harus lebih
hati-hati pada saya. Sebab saya rela memikul dosa dan membuat ibu lebih
sengsara.
Komentar
Posting Komentar