- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh:
Edy Saputro Cahyo
M
|
anusia-manusia intelektual telah memakai kesempatan dalam ruang yang
indah. Surga dunia telah mereka rasakan. Tidak usah main petak umpet dan tidak
usal menyangkal. Adanya kesempatan, kalau tidak dimanfaatkan akan percuma. Sebutan
ayam kampus telah melekat untuk mereka yang telah menikmati surga dunia.
![]() |
| www.kasku.com |
Rumah anti Tuhan yang salah, ayam
jantan , atau ayam betina. Betina-betina
yang datang dari jauh dan jantan-jantan dari mana saja. Semua seakan tanpa
dosa. Kesepian tidak menjadi jaminan. Keramaian menjadikan segalanya bagi
mereka. Perawakan aduhai ayam betina membuat ayam jantan tertarik mendekati. Tipuan
apa yang telah ayam jantan lakukan, tetapi itu berhasil dan membuat ayam betina
tunduk dipeluknya. Dimana lagi kalau bukan di rumah anti Tuhan. Tempat yang
indah dari pemandangan mereka. Tempat yang berlimpah kebahagiaan dunia. Tempat yang
dianggap surga dunia. Semua tercurahkan di
rumah anti Tuhan.
Tradisi ini tidak akan pernah mati
secara total. Apalagi tradisi seperti kenikmatan dunia. Jelas tradisi ini akan
jauh berkembang. Dan ini dimanfaatkan oleh ayam-ayam yang kelaparan nafsu
birahi. Adapun ayam adalah sebuah identitas yang telah mereka sandang secara illegal.
Kata ini muncul seriringan dengan kejadian-kejadian yang telah ada di rumah
anti Tuhan. Sebenarnya banyak ayam-ayam
yang telah mengelabuhi mata burung pentet. Ayam-ayam berasal dari perantaun da
nada yang berasal asli dari daerah sini.
Sebenarnya apa yang telah ayam-ayam
fikirkan. Mereka jelas-jelas telah membuat kebohongan terhadap induk-induk ayam
yang berada di kandang. Anak-anak ayam yang berada di rumah anti Tuhan akan
tentram. Memang bilangnya ada di tempat yang aman. Tetapi tidaklah benar, semua
ayam-ayam yang berada di rumah anti Tuhan menghianati keadaan demi kesengan
dunia. Kini telah merajalela kegiatan seperti ini dilakukan. Banyak induk-induk
ayam yang berpesan selalu jaga kehormatan dan berhati-hati di dalam sarang. Tetapi
sengaja anak-anak ayam keluar sarang untuk mencari kesenangan.
Anak-anak ayam yang telah jauh dari induk-induk
ayam lepas dari pengawasan secara langsung. Sudah induk-induk itu melakukan
sebuah obrolan demi keberadaan anak-anak ayam. Tetapi tidak akan dijawab dengan
jujur. Kepadandainnya memang telah diakui para perkumpulan ayam-ayam kampus. Inilah
yang menjadikan ayam-ayam berintektual. Mempunyai ide-ide yang luar biasa. Rumah
anti Tuhan seakan telah merenggut semua keperawanan ayam-ayam betina, entah masalah
perjaka untuk ayam –ayam jantan. Semua dengan keamanan yang telah mereka
pelajari sendiri.
Ayam-ayam selalu bergonta –ganti pasangan,
tidak menutup kemungkinan semua terjerat nafsu. Seandainya kepandain mereka ada, dan bisa
menerapkan ilmu yang telah diemban. Tak akan kejadian nikmat surga dunia
dilakukan. Kini apa yang akan ayam-ayam lakukan setelah memasuki ruangan. Ayam betina
dengan senangnya mengikuti ayam jantan. Sedangkan ayam jantan juga butuh kasih
sayang. Ayam betina di bawa ke rumah anti Tuhan. Rumah yang berlumur
kebahagiaan dunia, rumah yang tak pernah ada lereain perbuatan, rumah yang
bebas dari pengawasan Tuhan, rumah yang bebas memadu cinta-cinta ayam.
***
Berapa saja harga yang akan ditawarkan
akan selalu menjadi incaran ayam-ayam jantan. Rumah anti Tuhan sekarang sudah
tumbuh dimana-mana, seakan kehidupan burung-burung dikelilingi rumah anti Tuhan.
Tempat ini yang akan menjadi rebutan ayam jantan, berapa pun harganya akan
disepakati. Demi sebuah kesenangan dan nafsu. Ayam-ayam jantan berlomba
mendapatkan rumah ati Tuhan dengan berbagai cara, jelas ayam berintelktual yang
melakukan. Bukan ayam biasa yang hanya
hidup bertelur dan dimakan. Ayam ini berbeda dengan ayam lainnya. Ayam yang
mengunakan akalnya dengan cerdik. Bahkan kancil akan kalah melawan kepandain
ayam-ayam jantan. Induk-induk ayam saja telah digurat secara perlahan, tanpa
diketahui jejak-jejaknya. Apalagi kancil yang hanya pandai main loncat dan
memainkan logika saja.
Rumah anti Tuhan telah lama lahir. Rumah
ini menjadi tempat persembunyain ayam-ayam bercengkrama malam, siang dan
kapanpun. Tanpa ada yang mengetahui. Selain ayam-ayam itu sendiri. Entah cara
apa yang mereka lakukan. Rumah yang suci dihadapan mereka berdiri. Rumah yang
mirip dengan surga ini telah menyumbangkan segala keistimewaan dunia. Ayam-ayam
ini tidak pernah jera terhadap apa yang dilakukan.
Permainanan malam menjadi kenikmatan
tersendiri. Kalau ayam yang dapat dimakan, biasa sebelum mereka bercengkarama.
Mereka melakukan tarian-tarian penggoda dan menubruk dari arah belakang. Tetapi
berbeda dengan ayam-ayam ini. layaknya hubungan suami istri. Dalam kegelapan.
Masuknya ayam betina ke rumah anti Tuhan
dengan strategi yang luar biasa. Sore hari diajak masuk dan malamnya mereka
melakukan treatikal sakral. Dan pulangnya sekitar jam siang. Mata-mata ayam
betina cukuplah tajam dalam urusan ini. satu rumah anti Tuhan, seakan berlomba-lomba
memainkan ayam-ayam betina. Di malam hari berselimut malam dan ketenagan, di
siang hari berlumur keringat dan keramain, di sore hari bercakap lembut bernada
pengeras suara.
***
Ayam telah membuat dunia menjadi warna
yang berbeda. Mereka telah menciptakan rumah anti Tuhan. Berapa ayam betina
yang telah diganyang ketika malam. Ayam-ayam berceloteh seakan tak berdosa. Siapa
yang sebenarnya disalahkan dalam hal ini, dan yang memiliki rumah anti Tuhan,
ayam jantan atau ayam betina?. Orang yang memiliki rumah ini seakan tidak
memikirkan hal-hal yang berbahaya. Mereka berharap ada selembar uang. Apapun yang
ayam jantan lakukan adalah sebuah kemerdekaan. Asalkan ayam jantan sudah
membayar punggutan.
Kalau difikir-fikir ayam jantan mencari
keuntungan, celoteh mereka membandingkan dengan harga-harga di hotel jauhlah
berbeda. Sangat mahal iya, karena cuma satu kali saja sudah meraup kantong
banyak dan tidak terpuaskan. Sedangkan di rumah anti Tuhan kemerdekaan jauh lebih dirasakan. Tak hanya satu kali
dalam sebulan, namun dapat berkali-kali mereka lakukan. Lagi-lagi kesempatan
ayam jantan tidak akan pernah dilewatkan. Dan kembali lagi ayam jantan adalah
ayam yang berintelektual.
Apa yang telah ayam betina rasakan
ketika bermalam. Apakah mereka juga berucap sama dengan apa yang ayam jantan
ucapkan. Apakah ayam betina merasakan kebahagian surga dunia. Ayam betina juga
merasakan hal yang sama. Tetapi semua karena paksaan. Dan paksaan itu timbul karena malu dan kahirnya mau. Apakah ayam
betina juga pandai seperti ayam jantan, jelas iya. Karena mereka telah
melakukan ini untuk kenikmatan yang tak akan pernah dilupakan. Dan akhirnya
menjadi ketagihan dan berunjung menjadi tradisi hidup. Dimana lagi kebahagiaan
itu didapat, pasti di rumah anti Tuhan. Karena tidak ada tempat yang indah, selaian
di rumah anti Tuhan . Ayam-ayam jantan dan betina berucap seperti itu.
Beberapa ayam jantan dan betina juga
ada yang sudah mengakhiri cerita di rumah anti Tuhan, mungkin karena sudah
dapat berfikir karena dosa. Ataupun ayam-ayam
telah tobat dengan perbuatan yang dilakukan. Sesungguhnya ayam-ayam tidak
bercermin dengan apa yang akan dilakukan terus-menerus. Ayam-ayam yang mengaku
tobat, tidak sepenuhnya akan meninggalkan rumah anti Tuhan. Kemanapun mereka
akan mencari rumah anti Tuhan. Sampai mereka sudah terselesaikan belajar melihat
keadaan.
Sarang , 19 November 2014
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Cerpen yang terlahir dari hasil interview ayam-ayam jantan. Ceritanya
membuat aku memaksa menciptakan tulisan ini. Pengakuan ayam jantan secara gamblang
aku dengar seksama. Tanpa ada rasa malu.

Komentar
Posting Komentar