- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh:
Edy Saputro Cahyo
Kau sendiri berucap tak tepat. Berada
di neraka , bilangnya di surga. Nyleneh gerak pelukmu kepadaku. Egos ke kiri
melihat bukti. Aku pilih puisi daripada kau. Kau pilih mati daripada hidup
bersamaku. Merana hidup bersamamu kelak.
Pulangmu dan pulangku sudah larut
malam. Kapan jatah buatku dan jatahmu. Kau layani semua lelaki yang kau
inginkan tapi mana buatku, aku layani wanita tapi entah kapan buatmu. Aku telah kau tipu, dan aku telah menipumu. Kapan
kita bisa bicara. Mari kita selingkuh.
Selingkuh ini bukti untuk
merasakan nikmat selingkuh. Setujukah kau. Kau curigai aku, dan aku
mencurigaimu. Kau cantik dan aku tampan. Kapan kita laksanakan. Kau sudah bosan denganku, aku juga sudah bosan
denganmu.
Kita harus rukun dalam
pembicaraan ini. mari kita peringati ulang tahun janur kuning dengan selingkuh.
Kapan kita berakhir selingkuh?. Bagaimana
gaya selingkuhmu, aku tahu pasti juga sama sepertiku. Aku senang kau dan aku
menyepakati perjanjian selingkuh.
Sudah jelas. Kita akan selingkuh.
Di daerah mana aku dan kau selingkuh. Aku
memilih ke selatan dan kau ke utara. Pulang pukul 22 malam.
Sisa jam kita gunakan saling
bercerita. Bagaimana selingkuhmu dan selingkuh kemarin malam?. Apakah kau dan
aku senang telah selingkuh?.
Ternyata kau dan aku tidak senang
selingkuh. Ide kita berpisah dan memutus rantai janur kuning ini. setelah kita
saling menjauh. Mari kita selingkuh sendiri. Tidak usah ke wanita dan laki-laki
lain. Hanya kau dan aku dalam ikatan selingkuh.
Mencoba selingkuh, tidak enak
rasanya. Kita putuskan kita selingkuh sendiri. Mari selingkuh.
Komentar
Posting Komentar