Mantra Kebahagiaan

Karya : Edy Saputro Cahyo

Perkataanmu membuat aku tak ingin melihatmu lagi di setiap jalanku. Semua yang telah engkau tuliskan di semua mediamu aku baca. Memang rasanya aneh, aku adalah wajah baru. Tetapi aku tak mau memberi peluang untuk setiap makna yang telah kau lontarkan kepadaku. Kesamaan yang telah ada, dan tak  tahu dari mana asalnya. Kini telah memiliki bukti. Aku lega rasa telah membuat cerita yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Semua yang kau lukiskan di setiap perkataanmu menjadi keuntungan bagiku. Untuk sebuah tulisan , entah itu berharga atau tidak. Aku aku pompa kiasan-kiasan kecil menjadi besar. Memang aku baru mengenalmu, tapi semua cerita dan kesamaan sifat telah melekat dengan sebuah takdir. Aku tak ingin membuat  kesalahan. Benarkan jiwa ini akan mati ketika persamaan telah ada. Semua telah menjadi kutub-kutub yang menyebar di setiap penjuru. telah lama mantraku selalu aku junjung tinggi, "Mengagumi boleh, Memiliki Jangan". Mantra itu aku jadikan sebuah patokan. Diam saja aku sudah bahagia melihatmu. Bereklana di hutan ini saja rasanya aku sudah bahagia. Dan Apabila kau sering berkelana di hutan rimba ini, Akupun akan selalu bahagia. kau ini. . berharap hutan tak akan memangsa kita dalam kegelapan,  atau hutan tak akan marah ada segerombol pengusung kebahgiaan. Kebahagiaan telah lahir dan aku miliki sendiri. Gerakmu, bicaramu telah membuat aku bahagia dalam hutan rimba ini.

Komentar