Amalia dan Akbar

Oleh : Edy Saputro Cahyo

Amalia adalah mahasiswa semester akhir yang kini cintanya jauh di pulau
Akbar adalah tentara yang bertugas di Kalimantan
Cinta mereka sama
Selingkuh dengan lelaki
Selingkuh dengan negeri

Amalia : hubungan yang kujalin bertahun-tahun akan aku buat permainan. Permaianan apa yang akan aku lakukan.? Itu adalah caraku membuat dia tak meninggalkanku. Aku rela kau tinggalkan aku sejauh mungkin. Tapi tidak dengan waktu yang lama. Saat kau tahu aku merindukanmu. Akan aku luangkan kesepian rindu ini. sebatas komunikasi biasa tidak akan membuat aku langsung memelukmu.

Akbar  : kau boleh memaki aku. Dan kau boleh menyalahkan semua yang aku lakukan. Aku akan setuju keputusan yang kau harapkan. Aku mengabdikan kepada negeri. tidak seutuhnya kepada cintamu. Kau boleh membuat keputusan. Kau boleh melakukan apa saja. Tetapi tetaplah cintai aku yang mengabdikan diri untuk negeri. aku jauh, aku jarang melihat dirimu. Hanya sebuah foto di dompet tak akan mampu membuat rinduku terpenuhi.

Amalia : ketika kau berucap seperti itu, aku lebih setuju. Seakan semuanya harus diambil hasil. Kapan kita bertemu dan kapan kita berpisah. Aku akan tetap mencintaimu selalu. Aku ingin selingkuh untuk meluapkan rinduku kepadamu. Sama lelaki lain yang akan aku imajinasikan dengan dirimu. Bolehkah aku selingkuh. Tetapi aku akan tetap menyayangimu selalu.

Akbar  : fikirmu sudah aku duga seperti itu. Tidak apa kau melakukan perselingkuhan kapanpun, tetapi jangan bertepatan saya di dekatmu. Aku juga akan selingkuh untuk negeri. Cinta yang biasa aku korbankan untukmu, kini akan aku korbankan untuk negeri, yang biasa aku selalu mencintaimu sejati, aku akan mencintai negeri ini, ketika aku selalu memanjamu. Aku akan selalu memanja negeri ini hingga mati. Kapan aku akan bertemu denganmu. Itu tidak masalah. Berapapun kamu selingkuh, terserah. Asalkan kau bahagia dan aku juga bahagia.

Amalia   : pasti akan kau jawab seperti itu. Walau semua jalinan yang kita alami sudah melampui batas kedewasaan dan pertalian janur kuning. Kita pergunakan untuk kebahagiaan. Kebahagiaan yang akan kita miliki bersama. Apapun itu. Kau bahagia dan aku juga bahagia.

Akbar : terimakasih Amalia, kau sungguh mengerti diriku. Akan aku jadikan pengabdian ini seimbang dengan cintaku kepadamu.

Amalia  : bolehkan aku membacakan puisi untukmu kasih
                        Pasukan-pasukan berani mati untuk negeri
                        Ketika kau mati , apa yang akan terjadi dengan hidup ini
                        Kau pahlawan negeri dan cintaku
                        Kau layak memilih negeri dari pada cintaku
                        Letakkan lencanamu, dan akan aku letakkan perselingkuhan ini
                        Letakkan baju loreng yang kau pakai, akan aku sucikan tubuh ini
                        Seketika kau mati, aku juga akan mati

Akbar  : dan akan aku balas, puisimu.
                        Saat lencana ini lepas dariku, berarti aku mati
                        Ketika baju loreng ini kulepas, aku akan kena imbas
                        Seketika aku memilih, akan memilih mati untuk negeri. tapi aku tetap           bersandar di sampingmu
                        Aku jauh di hutan, untuk sebuah perdamaian, menjaga cinta seluruh                                 wanita
                        Begitupun kau. Cintamu juga di sini. Aku akan kembali setelah aku             mati.

Bolehlah aku selingkuh dengan mencintai negeri.

Komentar