- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Karya : Edy Saputro Cahyo
Sebelum aku meminta maaf, apakah
terlintas dibenak fikirmu meminta cerita yang pernah engkau berikan. Aku takut
dengan kita selalu bersama semua akan menjadi sebuah malapetaka. Untuk diriku
dan diriku. Itu tak akan terjadi padamu. Aku mempunyai rasa. Rasa yang akan nikmat bila itu terlaksana secara
harmonis. Apa yang engkau khawatirkan, akan aku jadikan sebuah batasan. Aku hanya
ingin engkau tahu bahwa aku telah lama bersamamu. Aku memahami semua keluhmu.
Aku seakan tak sanggup, bila ini terjadi. Lampu kuning sudah engkau tandai
dengan kata-kata, dan aku harus berbuat apa. Aku takut terjerumus cintamu. Memang
konsep dan pendirian awal akan matang. Tapi waktu akan merubah alam dan seisinya, yaitu kita. Oh ya aku saja. Karena aku yang merasakan dampak dari
kebersamaan ini. Aku tak tahu harus bilang apa terhadapmu. Hujan telah membantu
aku mengucapkan kesedihan sebenarnya. Untukku bukan untukmu. Batasan ini, bukan
batasan sepenuhnya lenyap. Dan tak saling menyapa. Aku yakin apabila engkau mau
belajar dewasa dan dari kesalahan. Pahamilah apa yang aku rasakan. Semoga aku
selalu penuh fikir untuk memberimu motivasi dan solusi. Hidupmu akan aku
jadikan pelajaran untukku. Menjadi lelaki baik dan penuh tanggungjawab. Aku berterimakasih,
lelaki yang engkau sebutkan adalah kaumku. Kaum adam. Aku juga tak akan
melakukan seperti itu. Wahai teman pasti engkau sakit hati dengan perkataan
waktu gerimis tadi. Wajahmu tak sedikit menoleh kepadaku. Begitu besarkah
salahku. Aku tak mau menyakiti perasaan wanita, ya kamu. Aku tak ingin kaum wanita
dijadikan semata-mata di pandang rendah. Aku tetap akan
hadir dalam ceritamu. Ceritamu telah melekat dalam hatiku.
Sarang, 7 November 2014
Sarang, 7 November 2014
Komentar
Posting Komentar