- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Karya: Edy Saputro Cahyo
Berkeluh dan tersakiti, dan merasa bersalah, itu aku entah dia
Suara
indahmu memberi inspirasi diriku
Kau
rasuki cerita yang telah engkau dendangkan
Aku
tak sanggup rasa, rasa sakit yang kurasa
Bukan
karena dia dan semua yang telah engkau kata
Tapi
lihatlah di luar sana,
Mata-mata
membicarakan kita
Aku
sedikit risi, mendengar itu
Aku
ijinkan engkau tak di sini lagi
Hari
ini, esok, dan lusa atau kapan
Tak berarti engkau juga harus pergi
Tak berarti engkau juga harus pergi
,,,
Kenapa
aku telah pusing
Sementara
aku mencoba berkata dan mengeja kata yang aku kata
Tapi
sungguh tak bisa aku menolaknya
Sekarang
aku sadar, bahwa engkau memiliki keistimewaan beda dengan lainnya
Urusan
cinta, apa saja yang telah engkau lakukan
Mengajarkan
aku yang tak pernah engkau lakukan
Pelajaran
suci sore tadi malah membuat engkau benci
Entah
, mengapa
Padahal
semua cerita telah engkau paparkan dengan keseriusanku berkaca
Dan
engkau sibukan ceirtaku dengan permainan tanganmu
Aku
yakin engkau telah meremehkan ceiritaku
Aku
tahu. . .
Makanya
dengan itu aku seakan juga berontak, orang yang mau belajar adalah orang yang
mau menghargai ketika orang lain berbicara
Mungkinlah
itu hanya kecemasanmu dan fikir yang sama
Aku
telah benci dengan ceritaku sendiri
Yang
tak pernah mau orang memberi solusi
Bahkan
ceritaku bukan cerita humor, tapi mereka
masih sedikit bisa tersenyum
Apakah
akau telah dibodohi dari hal kecil ini
Ataukah
aku telah lupa dengan semua yang merasa rasa nyata
Aku
hidup dengan cinta yang keras, kerja yang keras, dan aku berharap sedikitpun
tak harus engkau pahami
Apakah
selama ini, tak diajarkan cara menghargai orang
Apakah
kini hanya sebatas guyonan belaka
Hilang
dan tanpa ada saran
Itulah
teman dan arti persahabatan
Kapan
teman itu dibentuk kalaupun tak mempunyai tujuan
Tujuan
yang harus ditanam dengan mengurangi penderitaan
Makna
teman, makna cinta belum sepenuhnya engkau ketahui
Transparan
bentuknya bukan
Sarang, 7 November 2014
Komentar
Posting Komentar