DIA dan AKU

Karya: Edy Saputro Cahyo

Berkeluh dan tersakiti, dan merasa bersalah, itu aku entah dia
Suara indahmu memberi inspirasi diriku
Kau rasuki cerita yang telah engkau dendangkan
Aku tak sanggup rasa, rasa sakit yang kurasa
Bukan karena dia dan semua yang telah engkau kata
Tapi lihatlah di luar sana,
Mata-mata membicarakan kita
Aku sedikit risi, mendengar itu
Aku ijinkan engkau tak di sini lagi
Hari ini, esok, dan lusa atau kapan
Tak berarti engkau juga harus pergi
,,,
Kenapa aku telah pusing
Sementara aku mencoba berkata dan mengeja kata yang aku kata
Tapi sungguh tak bisa aku menolaknya
Sekarang aku sadar, bahwa engkau memiliki keistimewaan beda dengan lainnya
Urusan cinta, apa saja yang telah engkau lakukan
Mengajarkan aku yang tak pernah engkau lakukan
Pelajaran suci sore tadi malah membuat engkau benci
Entah , mengapa
Padahal semua cerita telah engkau paparkan dengan keseriusanku berkaca
Dan engkau sibukan ceirtaku dengan permainan tanganmu
Aku yakin engkau telah meremehkan ceiritaku
Aku tahu. . .
Makanya dengan itu aku seakan juga berontak, orang yang mau belajar adalah orang yang mau menghargai ketika orang lain berbicara
Mungkinlah itu hanya kecemasanmu dan fikir yang sama
Aku telah benci dengan ceritaku sendiri
Yang tak pernah mau orang memberi solusi
Bahkan ceritaku bukan cerita humor,  tapi mereka masih sedikit bisa tersenyum
Apakah akau telah dibodohi dari hal kecil ini
Ataukah aku telah lupa dengan semua yang merasa rasa nyata
Aku hidup dengan cinta yang keras, kerja yang keras, dan aku berharap sedikitpun tak harus engkau pahami
Apakah selama ini, tak diajarkan cara menghargai orang
Apakah kini hanya sebatas guyonan belaka
Hilang dan tanpa ada saran
Itulah teman dan arti persahabatan
Kapan teman itu dibentuk kalaupun tak mempunyai tujuan
Tujuan yang harus ditanam dengan mengurangi penderitaan
Makna teman, makna cinta belum sepenuhnya engkau ketahui
Transparan bentuknya bukan

Sarang, 7 November 2014

Komentar