Malam berebut Candaan

Oleh : Edy Saputro Cahyo
Tak terasa malam telah membuang aku hingga pagi ini. Mereka tertawa-tawa dengan suara keras. Tak ada yang berani sama mereka. Jelas mereka adalah orang yang ditakuti di sini. Tertawa membuat perut terasa lelah, hingga lapar. Kini mereka menuju bukit pondok makanan jumbo. Setiap saat dijumpai pasti ada barang jadi. Atau hanya untuk ngopi dan diskusi pagi. Karena malam telah membuat mereka lupa dengan kebahagiaan tertentu.

Aku telah sakit. Aku telah mati. Ketika malam hari. Kini aku hidup kembali. Bersama kicauan suara burung. Tapi apakah pagi nanti, masih berharap ada orang yang menyapaku. Ataupun menyapa mereka yang telah hilang. 

Komentar