- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Karya : Edy Saputro Cahyo
Terkikis
waktu bercinta selama keadaan telah sama. Iringanmu telah memberi warna terang
di setiap langkahku. Tapi kini, setelah engkau umpatkan sebuah tanda larangan.
Aku jadi patah arang. Lelah sudah berharap wajahmu akan selalu indah di hatiku.
Ku hirup udara pagi dengan terangmu. Ku lantunkan sapaan canda berharap sinarmu
menerangi wujudku. Kau seakan telah merubah hutan ini terang. Tak hanya aku. 12
lusin hewan kampusku mengagumi keberadaanmu. Wanita itu berparas sama, seperti
wanita yang lama. Kenapa harus di hutan rimba aku menemukannya. Aku ingin
segumpalan fikir sayu sejenak. Kala hutan rimba berharap lebih dariku. Perempuan
yang memiliki kesamaan sepertiku. Kini ia telah kabur dengan kata yang telah ia
pahat. Apakah aku salah memaknai sebuah pahatan kata?. Ataukah harapan akan
jatuh. Aku masih memiliki rasa. Rasa yang
tak akan aku tiadakan bersama hilangnya sinar di hutan. Apakah hutan telah
berencana, di sini aku bertemu dan di sini wajah itu berparas lagi. Kini aku
hanya kaum yang rela ditelan hutan rimba, di atas perempuan berparas bulan.
Komentar
Posting Komentar