- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sajak Payangan, 13 November 2014
oleh: Edy Saputro Cahyo
oleh: Edy Saputro Cahyo
1#
Kanan Jalan
Hujan sore tadi main serong dengan
para kyai. Surban putih berkeliaran di sepanjang jalan yang aku lewati. Setapak
aspal tak sedikitpun basah. Jelas-jelas jejak terahirku mendung hitam,
suara-suara kelelawar keluar dari gua-gua persembunyian. Ketakutan suara
gemuruh seperti gemercing tangisan anak kecil. Setelah aku tahu tempat kyai
bernestapa, ku kitarai seruak pemandangan sekitar. Padang tanpa ada bayang-bayang
menakutkan di atas. Entah kanuragan yang mereka gunakan. Petang di awan tunduk dengan para kyai bersorban,
dan di belakang banyak pasukan berkopyah seakan siap perang melawan hujan.
2#
Kapan Aku Tertidur
Kapan aku telah lelap. Tiba-tiba
mereka bersorak keras di sekeliling gendangku. Mata yang layu diselimuti mimpi
pembicaraan yang rame. Kapan aku berbaring?. Tiba-tiba mereka telah duduk rapat
di sebelah kanan, kiri, belakang, dan depan. Raga ini mati dikerumuni
mimpi-mimpi.
3#
Pak Sam
Peduli lingkungan dengan cara
seperti apa. Makhluk payangan terdiam dengan gerahamnya. Rambut pirang nan
beruban itu identitasnya. Kaos kuning sobek persis di bagian ketiak itu gayanya.
Akrab. Anehnya ia tak percaya dengan seni akrobatik. Hanya diikat, mulut
berdarah, tusuk jantung. Satu yang membuat ia melolong percaya, menghilangkan
manusia hingga kedinginan di atas pohon kelapa. Tinggi besar dialah pak Sam.
Sesosok menakutkan di paying-payangan. Hari apa aja, tak luput manusia berucap
dengannya.
4#
Lupa Bercinta
Dua sejoli, di atas batu
bercengkrama mesra. Kami dekati tak lepas peluknya lebih dieratkan. Mau mesra
etika tak ada. Bercumbu di alam bukan naungan nafsu. Naungan setan iya. Saran
kami, hentikan dan bercumbulah di atas ijab kobul. Dan bercengkramalah di malam
yang sakral. Kami Tuhanmu. Kami malaikatmu. Karena apa yang kami punya titipan-Nya.
5#
Rasa
Kopi rasa garam. Es the rasa garam.
Susu rasa garam. Salah rasa garam. Omongan bebau garam. Wudhu rasanya garam.
Air payau yang kami minum untuk sambutan kedatanganmu bajingan.
6#
Satu Tujuan
4 orang pendatang, 1 orang pertama
si samin, 1 lagi ia si pendiam, 1 lagi ia si botak, 1 terakhir ia si tampan. Warna
bebrbeda coba kami satukan. Saat bermalam, saat ada tujuan. Rasa dan pengertian
yang kami lakukan. Duduk dan rembukan nalar.
7#
Ia Penipu
Tak pernah memukul kulitmu. Salahmu
yang ku pukul. Tak mengaku dengan catatan rahasia. Ya makan dulu bersama. Habis
ini dibakar bersama.
8#
Celoteh Pak Sam
Aku akan gigit tali-tali besar di
pesisir. Biar perahu-perahu nelayan pecah bertabrakan. Sungguhpun aku akan
tega. Macak gendeng semua tak akan kutakuti. Mati juga iya.
9#
Pasir Payangan
Bangkai ayam, bangkai kepiting,
bangkai tai manusia berserakan di pasir. Jejak kami sedikit tersentak. Ayunan
langkah aneh di wajah pasir. Tubuh pasir dikotori beribu sampah kehidupan.
Sepanjang ada. Kami berjejer dan menari bersama-sama menghibur nasib pasir.
10#
Hujan
Hujan menipu pergerakan roda dan
tubuh kami. dipakai jas hujan malahan terang, dilepas malahan deras. Dosakah
kami pada hujan?. Kami benci dengan ulah hujan. Berhenti dan melihat sebelah
kanan jalan. Orang-orang bersorban. Kami tak dikejar hujan.
Komentar
Posting Komentar