Sajak_Terkapar

oleh: Edy Saputro Cahyo

Sang pengagum bulan kini lelah. hilangnya bulan membuat ia petang. Paginya dan malam dirundung panas. Panas yang menyambar diseluruh tubuh. Mulut bungkam , kepala pening, persendian kelu, karena sang bulan telah hilang. Diam melebur resah dalam hati.

Sang pendiam memulangkan diri. Keadaan sama. Seperti sang pengagum bulan. Ia lebih dulu terkampar. Bahkan sang cantik jelita ikut-ikutan membuntuti nasib sang pendiam dan sang pengagum bulan. Sama terkapar. Pergantian alam membuat anak perantuan di timbuni nasib. terkapar

Komentar