Jarak



Oleh: Edy Saputro Cahyo

 Jarak melukai hati yang rindu dengan cinta. Dua insan tertipu dengan jarak cinta yang dibuatnya sendiri. Wanita sifatnya memelihara, lelaki sifatnya bekerja. Kaitkan jarak cinta antara wanita dan lelaki, ujung tombaknya adalah cinta. Tetapi mati dengan jarak.

Jarak merenggut kebahagiaan yang seharusnya terjadi. Waktu bertemu dan menyapa secara langsung banyak terhempas. Sebenarnya kalau disadarai jarak akan lebih memperteguh sebuah keberadaan cinta yang sebenarnya. Jarak adalah hal yang sangat sulit. Air mata tidak akan pernah tertinggal mengikutinya. Malam akan berharap bertemu dalam mimpi dengan yang ingin di impikan. Do’a sepanjang malam, berharap cinta akan mempertemukan dengan waktu yang indah. Jarak telah membuat cinta dapat memiliki kekuatan yang penuh tantangan. Cinta yang kuat dan cinta yang kebal akan selalu membuat cinta bertahan lebih lama. Jodoh ada di tangan Allah. Ada kalanya manusia menyebut Jodoh ada ditangan jarak dan waktu. Kapan akan dipertemukan dan kapan akan diperpisahkan. Sebuah rencana akan menyakitkan rasa yang bermimpi untuk segalanya tentang cinta.
Kini cinta hadir dengan sebuah jarak yang tidaklah lama. Keriduan dua insan yang sama-sama mengingikan bertemu, tetapi tidaklah dapat bertemu. Peraturan cinta telah membuat dua insan ini mati rasa. Ketika ingin bertemu, butuh waktu yang indah. waktu yang banyak orang inginkan, menjadi cinta yang sakral dalam sebuah pelaminan yang diamini. Cinta selalu berjarak dan selalu membuat tangis yang berkepanjangan di setiap malam.
Setelah jarak dapat ditantang dengan rasa percaya. Dapat diharapkan semua cita-cita cinta dapat terwujud dengan sebuah keindahan yang nyata. Bukan impian, intuisi dan abstrak cinta yang telah Putro tuliskan dalam imajinasi cintanya. Jarak telah membuat dia merasa letih, kelitihan yang akan terus dia tulis sepanjang jalan cintanya bersama jarak yang telah menghalangi pertemuan. Keriduan hanya akan tersumpal dalam hati. Sekuat apa hati akan menampung  keriduan yang besar. Sampai kapan hati akan kuat menampungnya. Akankan hati mampu untuk menampunya. Gelas kosong selalu di isi air, dalam hitungan menit gelas akan penuh, dan air-air akan mengalir keluar dan terbuang sia-sia. Akankah hati sama dengan sebuah gelas yang akan mampu menampung kerinduan. Bagaimana kalau hati tidak kuat. dan akan kemana kerinduan akan jatuh sia-sia. Dalam rasa sakit. Sakit sepanjang malam. Bahkan sepangjang mata ini melihat lelaki-lelaki yang membawa seorang perempuan dan bercakap gembira dalam suasana pagi, siang, sore dan malam.

Waktu selamanya akan berputar. Dalam keadaan matipun tetap akan berputar. Siapa yang akan mengetahui semua itu. Sebuah cinta yang detail menggambarkan waktu secara utuh. Seumpama Putro telah lama tidak berjumpa dengan Anti, tetapi cerita indah pernah mereka rasakan, bahkan cerita sedih juga pernah tergambar dengan jauh. Lamanya Putro bertemu dengan Anti hanya 1 bulan sekali. Tidaklah lebih, nasib telah membuat cinta mereka harus tetap dipertahankan. Kala Putro bertemu dengan Anti, dia akan  mencurahkan semua rasa rindu yang dimiliki. Ketika Putro ada di sisi Anti akan riang gembira. Anti tak mau melepaskan peluk terhadap Putro. Anti menyuruh Putro tetap ada di sampingnya. Anti merana hingga 2 tahun lamanya menunggu Putro. Anti yang tetap setia menunggu Putro kembali. Walaupun Anti iklhas melepas Putro dengan segala semangat, Anti diam-diam teteskan air mata dalam kamar yang petang. Kamar yang Anti anggap adalah kamar yang sejatinya nanti Putro ada di sana. Anti akan menunggu Putro.
Banyak lelaki mendekati Anti. tetapi dirinya tetaplah berpedoman pada satu hati. Anti yang pertama kali mengenal sebuah cinta, dan Anti mempunyai prinsip tidak akan melepaskannya selamanya. Anti akan mempertahankan dengan berbagai cara. Anti banyak bercerita tentang didekati banyak laki-laki. Tetapi Anti tetap menyambut mereka dengan baik. Walaupun bukan untuk memilikinya. Karena Anti beranggapan  telah menjadi milik Putro selamnya.
Saat Putro pertama kali bertemu dengan Anti. Dalam sebuah sekolah kecil yang sangat sempit. Berlari saja tidaklah bisa. Putro dan Anti sering bertatap muka setiap hari. Semua siswa-siswi juga akan bertatap muka setiap harinya. Ruang yang sempit menjadikan pertemuan keakraban semua siswa-siswi dan guru-guru. Saat Putro melihatnya , Anti sungguhlah manis. Entah apa yang membuat Putro dapat bergetar melihatnya. Putro yang baru dirundung dan ditinggalkan wanita yang disayangi. Apakah wanita yang Putro anggap manis itu, juga akan seperti wanita yang meninggalkannya. Putro sering bertanya dalam dirinya. Walaupun akhirnya Putro mencoba mendekatinya, banyak laki-laki yang mendekatinya. Tetapi Putro terpilih untuk menjadi pacar Anti.  Putro teringat betul, kisah-kisah yang pernah mereka gambarkan. Putro adalah orang pemalu, pemalu dan sangat pemalu. Anti pasti tahu itu. Setiap Putro bertemu dengannya hanya memberikan senyuman balik.
Putro telah mendapatkan nomor hp-nya. Putro juga sering sms dan menelponnya. Hampir setiap hari waktunya hanya untuk Anti. Dia juga mendengar dari cerita-cerita yang telah didengar. Bahwa Bapak Anti galak dan tidak ada yang berani dekat dengannya. Apakah itu sebabnya banyak lelaki yang tidak pernah ke rumahnya. Putro dengan beraninya datang ke rumah Anti. Putro juga tidak hanya mengucap mencintai Anti lewat hp saja. Tetapi Putro juga mengetuk dan mengajaknya untuk serius menjalin cinta. Putro pertama kalinya ke rumah Anti dan membuat keputusan sebuah cinta.
***
Cinta mereka dikalahkan dengan jarak. Musuh terbesar dalam perjalanan hidup bercinta hanyalah jarak. Bertahun-tahun jaraklah yang telah memisahkan keberadaan Putro dan Anti. Hati dan kepercayaan serta do’a yang selalu dipanjatkan menjadi bukti cinta mereka. Entah apa yang telah Tuhan rencanakan untuk hubungan mereka. Perpisahan atau perjumpaan. Tidak ada yang mengetahui.
Peraturan cinta adalah hal yang di lakukan oleh Anti. Dalam menjalin hubungan yang lebih serius Anti membuat pertauan cinta yang untuk berbenah diri menjadi lebih baik. Untuk diri Putro juga. Pekerjaannya yang cukup padat dan tercermin di wajah Anti, bahwa dia harus membuat peraturan. Anti selalu menyakinkan kepada Putro dengan jarak cinta yang dijalani. Rencana yang sudah di katakana juga tidak pernah bisa dijawab oleh Anti, hanya sebuah pengertian yang diharapkan Anti untuk Putro. Putropun merasa sedih dan hati yang sepi takut terbenam hati yang baru. Mungkin disitulah keberadaan cinta mereka diuji. Dengan kekosongan hati untuk lebih dekat dengan cinta yang jauh, akankah bisa cinta itu menjadi sejati. Pengharapan yang besar dan kepercayaan yang Anti anut tidak bisa menyakinkan Putro. Dia selalu membuat dan belum mengerti dengan tujuan secara tersirat yang dilakukan oleh Anti.
Kesepian hati, menjadikan Putro adalah beban untuk bersemangat melihat dan menjalai hidup. andaikan cinta dapat berjalan menempel dengan hidup, apa yang ada akan terkalahkan dengan cinta. Putro kebinggungan dengan jarak. Putro benci dengan jarak yang membuat keputusan mematikan cinta.  Tibalah dia untuk merenungi nasib cinta yang menyakitkan. Sebuah aturan yang dibuat Anti, untuk kebaikan dan keindahan di dalam pernikahan yang sakral.
Hidupnya Putro kini, untuk memperoleh kabar cinta dan suasana estetika kecantikan dengan mengintip kicauan-kicauan dan seluruh dunia maya. Entah sampai kapan, pengertian yang sudah dijalani Putro. Dia akan terpingkal bangun tidur menjalani cinta yang berjarak. Antipun membuat aturan, berlandaskan kebaikan menjadi lebih baik. Kata-kata itu yang telah Putro catat dan maknai berulang-ulang untuk mendapatkan maksud yang sebenarnya, tentang aturan yang telah dibuat Anti.  Kalapun ada waktu dia juga ingin bertemu, tetapi tidaklah bisa. Anti selalu menolak dan membuat air mata selalu tertetes.
Keinginan menjadi lebih baik, bukan untuk menjadi alim. Sungguhlah Putro berucap, adalah sebuah kesalahan. Kalaulah Anti menganggap Putro adalah imamnya, dia juga ahrus mematuhi perkataan yang Putro utarakan. Putro hanya meminta, kalau ingin mnejadi baik, juga harus sekalian alim. Karena Putro juga akan melakukan hal yang sama. Tetapi, omong kosong lagi-lagi terdengar dari Anti. Selalu membuat hati Putro lemas melihat kemesraan bersama teman-teman Anti. Putro seakan dijuluki oleh Anti manusia yang tidak memiliki rasa. Putro dirundung beribu majas yang menyakitkan batin.
Putro    :  Kapankah aku akan dipertemukan dengan Anti. Anti wanita yang telah membayang dalam kehidupanku saat ini.
Tuhan :……?
Putro   : Kenapa kau tidak menyapa pertanyaan yang aku lontarkan. Begitu rindu hati ini untuk selalu berdo’a. apakah kau juga akan diam saja.
Tuhan : ……?
Putro   : Kalaulah engkau selalu diam, setiap aku Tanya. Apa cinta tidak pernah ada dalam tafsir hidupmu. Apakah hanya manusia yang menciptakan cinta.
Tuhan : …..?
Tuhan selalu diam, dan tidak menjawab pertanyaan dari Putro. Do’a dan harapan seperti apa lagi yang harus dijalani demi sebuah cinta. Putro tetap akan mengejar cinta yang sudah dia do’akan sepanjang malam. Perlakuan khusus dalam urusan puisi selalu dia kirimkan untuk mengali dan menanyakan kabar saja. Atipun juga diam dan seperti Tuhan. Apakah Anti juga sebagian dari Tuhan, selalu diam dan tidak menyapa dan menyakan kabarnya Putro.
Cinta tersudut pada titik akhir, dia menemukan adaptasi tulisan bukanlah segala cinta. Tetapi sebuah kata yang terombang-ambing menemukan cinta. Cinta mati dan cinta redup dalam perjalanan jarak. Waktu yang indah akan ditunggu semasa dia bernapas. Semua dianggapnya adalah cinta. Apapun itu adalah cinta. Cinta yang Tuhan ciptakan adalah untuk semua manusia. Sehingga Putroo juga dapat berfikir memicu maksud keistimewaan cinta.
Putro tertipu dengan cinta
Anti tertipu dengan cinta
Keduanya telah tertipu oleh jarak

----------------------------------------------------------------------------------
Perjalanan cinta adalah segalanya untuk kehidupan yang nyata. Menyakitkan dan membahagiakan.

Jombang, 9 Desember 2014


Komentar