Cinta Di Taman

Oleh: Edy Saputro Cahyo
---------------------------------------------------------------------------------

Enda disuruh tidak memikirkan sebuah cinta. Karena cinta dapat merusak dan menganggu segalanya, baik kehidupan dan cita-cita. Apakah benar dengan makna cinta itu?. Aturan adalah sebuah kekangan hati untuk tidak memikirkan cinta. Mimpi buruk pasti akan terjadi dengan cinta. Cinta belum bisa menciptakan anugrah terindah dalam hidup yang nyata. Menjadi manusia imajinasi justru akan lebih kekal terhadap cinta. Cinta tak akan mampu melukai perasaan manusia imajinasi. Cinta tetaplah cinta, sakit tetaplah sakit. Cinta seharusnya bahagia dalam manusia imajinasi. Dia menciptakan cinta adalah sebuah kebahagiaan, tanpa ada ikut campur dengan segala hal.

Taman, suasana malam hari pukul 21.00. Enda membuat acuan terhadap semua pasangan-pasangan yang duduk di sebuah kursi Taman.
Selamat malam, maaf menganggu waktu kencan dan malam mingguan kalian. Apakah kalian sudah lama menjalin suatu hubungan. Apa yang kalian tahu tentang cinta. Akankah kalian bersama selamanya. Kalian jangan mau dipermainkan dengan cinta, karena cinta akan membuat kalian bersedih nantinya. Jalani dengan bukan kata cinta, tetapi cari kata yang lain. Cinta akan menyesatkan kalian dalam keterpurukan impian yang kalian genggam. Aku di sini sudah lama mengenal cinta. Tetapi cinta membuat aku berfikir dan melihat kenyataan. Aku pernah mau bunuh diri gara-gara sebuah cinta, aku rela meninggalkan keluarga yang aku cintai demi sebuah cinta. Kalian boleh menganggap aku seorang manusia gila. Tapi aku gila terhadap wanita bukan karena cinta.

Pergi menuju pot-pot bunga. Berbicara dan mengajak bunga-bunga untuk mempertanyakn cinta yang sebenarnya. Taman bunga tepat di bawah lampu, sinarnya dihalangi laron-laron yang berkerumun menghalangi sinarnya ke bawah bunga-bunga. Dan melempari lampu dengan batu, dan lampu mati.
Hai, selamat malam bunga-bunga, kalian melihat pasangan yang duduk di kursi sana. Mereka binggung dengan cinta yang mereka jalin. Mereka telah aku buat binggung dengan sebuah cinta. Itu adalah cinta dariku. Belum cintanya sendiri yang diurus. Bunga-bunga apakah kau juga mengenal cinta. Aku tidak yakin bunga-bunga yang indah tidak mengenal cinta. Kenapa kau diam dan berparas indah terus. Aku sedang berbicara denganmu. Apakah kau juga sedih dengan memikirkan cinta. Apakah cintamu sungguh menyakitkan , sedikitpun kau tak pernah menghargai aku berbicara tentang cinta. Kau aku anggap hidup, dan memiliki cinta yang sama seperti aku dan pasangan yang sedang duduk di kursi itu. Apakah kau sendiri merasa terganggu dengan sinar yang menyinarimu ini. Apakah kau juga iri dengan pasangan yang duduk di kursi dan gelap itu, tanpa ada sinar. Kalaulah kau ingin seperti itu, akan aku matikan lampu ini. Akan aku matikan , supaya kau tidak iri dengan cinta yang mereka jalin.

Lampu mati, dan berjalan mengitari Taman. Dia menemukan pasangan yang bertengkar. Dia mendekati dan dia berceramah tentang cinta. Berdiri di atas kursi taman. Dan pasangan sedang bertengkar di bawah kursi.
Pasangan muda-mudi, apa yang telah kalian lakukan. Semua orang datang ke sini untuk bersenang-senang dengan cinta. Bukankah tujuan kalian ke sini dengan cinta. Apa yang kalian lakukan, kalian sakiti cinta dengan pertengkaran. Cinta tidak tahu ap-apa. Apakah kalian sadar, ada banyak cinta yang telah damai di sebelah sana. Bunga-bungapun ikut meramaikan cinta. Tetapi malah kalian membuat cinta bersedih. Kalian akan mendapat karma dari sebuah cinta, entah kapan itu. Cinta tidaklah salah. Tetapi kalau kalian dapat bercermin dengan diri kalian, kalian tidak akan mengikut campurkan cinta dalam emosional rasa. Kalian harus mengenggam cinta dalam ikatan yang sakral. Bawa cinta mengitari taman ini, untuk bahagia dan saling membahagiakan. Tidaklah kalian akan menyakiti diri kalian sendiri dengan memikirkan cinta, nantinya. Buatlah bukan dengan kata cinta, karena cinta tidak bersalah apa-apa.

Turun, dan menuju pot bunga-bunga ke dua. Tidak ada lampu sama sekali seperti bunga-bunga pertama. Dia mengintip cinta dan bunga sedang bergoyang-goyang. Mengintip cinta di sebuah tiang listrik yang kecil.
Aku telah melihat cinta, antara manusia dan bunga. Dia bersama-sama menjaga cinta. Entah apa yang mereka bicarakan. Tetapi mereka saling memadu cinta dengan apa adanya. Tidak menyakiti cinta dan tidak melibatkan bunga untuk urusan cinta, karena bunga juga sedang sibuk mengurusi cintanya. Aku bahagia dengan cinta, dan aku tidak iri dengan cinta yang mereka buat. Karena semua orang memiliki cara tersendiri untuk mengatur cinta. Yang terpenting cinta tidak dipermainkan dan tidak diikut-ikutkan dalam urusan pertengkaran dan hidup sengsara. Cinta telah mereka sadari tanpa aku mendekatinya. Aku kini sadar cinta yang seharusnya ada dalam seluruh taman ini adalah milik mereka masing-masing. Aku hanya berceramah tentang cinta yang tidak mereka ketahui, dan khususnya yang menyakiti dan membawa cinta untuk bersedih.

Berjalan dan duduk sendiri dan melamun dengan cinta yang telah lama hilang. Di bawah lampu yang terang. Ada satu kalimat yang dia katakan.
Cinta, cinta, cinta, cinta, cinta, cinta, cinta………..
Cinta………..
Cinta……….
Lampu mati dan suasana seluruh taman mati dengan teriakan Enda tentang cinta.


selesai


Komentar