- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh:
Edy Saputro Cahyo
----------------------------------------------------------------------
Pelakunya
adalah Kulit Sawo. Suasana Mengikuti siang. Mengecam kata dan makna yang selalu
dipersalahkan dalam urusan mencipta karya. Dirinya memiliki pemikiran bahwa
semua karya, memang pertamanya menjadi sampah. Tetapi bagaimana caranya sampah
itu dapat didaur ulang. Untuk dapat membuat orang-orang yang memasukan karya
dalam tong sampah. Tercenggang seumur hidup.
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Ruas-ruas kata yang baik, pasti akan
ada sedikit atau banyak yang tidak layak. Elipsis akan membunuh semua kata-kata
yang telah kalian susun. Tiba saatnya melawan elipsis dalam sebuah pemikiran
yang dapat menguntungkan diri. Hujan
turun juga tak selalu membawa kebahagian bagi petani, sebaliknya dapat membuat
lahan mereka terbenam dan menyebakan bencana alam. Alam saja yang dianggap baik
selalu membuat kita binggung menebak apa yang akan dilakukan, apalagi manusia
yang hanya mengeluarkan celoteh kata busuk, dapat menyakitkan hati hingga
depresi. Itu adalah salah. Karya adalah anugrah terbesar dari nyawa.
Kulit Sawo I :
Lagu
yang aku nyanyikan asli dari jeruji hati. Kau sedikitpun tak terengkuh
memaknai. Aku memang bukan siapa-siapa di matamu. Setidaknya aku tanyakan lagu
ini kepada seluruh orang. Dia memaknai dan memberikan ungkapan dan sanjungan.
Kalaupun saran yang kau berikan jelek akan aku pahami. Seucap kau memaknai
dengan kata “nadanya sama”. Tidaklah kau benar-benar memaknai sebuah karya.
Memang itu adalah mental yang harus dijalani oleh seorang pencipta,
baik-buruknya saran akan membangun lagu yang lebih baik.
Kulit Sawo II :
Setidaknya
kau berikan yang terbaik saran itu, sedikitlah. Bukan semuanya adalah jelek. Kalaupun
lagu itu adalah yang tidak berharga bagimu. Akan aku rubah pola fikirku tentang
keadaan yang sebenarnya. Melihat lagu untuk mereka, mereka yang mau
mendengarkan lagu-laguku. Kapan aku dapat mencari pemakna lagu yang tepat. Kalau
sudah diperlakuan begini semua, maka semua penulis lagu dan dibawakan dia
sendiri akan mati kata. Bisa-bisa tidak mau menulis, tetapi untuk penulis yang
peka, akan sebaliknya kasus ini akan dijadikan tulisan dengan sekritis mungkin.
Kulit Sawo III :
Ha,
ha, ha, ha, kini waktu untuk membuat seorang bisa melihat diriku. Aku membuat
pengecualian terhadap diri dan karya yang aku ciptakan. Serumit apapun
kesulitan itu akan aku hapus sendiri. Bahkan setiap aku meminta mereka menerkam
kata-kata dalam laguku, aku akan selalu memacu diriku untuk tetap kuat dalam
urusan sindiran kata. Aku telah terjebak mencipta lagu dalam renungan setiap
malamku karena sebuah cinta. Kalaupun semua orang bilang aku akan membuat keputusan
sendiri, memang itu sebuah tulisan apa adanya. Ya beginilah tulisanku.
Kulit Sawo IV :
Aku
alami dengan hidup sendiri dan mencoba berbaur menilik cerita masing-masing
orang yang dekat denganku. Lagu-laguku aku ciptakan dari adaptasi yang telah aku
edit berkali-kali. Itupun belum memuaskan segala bentuk kata yang aku adopsi.
Sering aku melihat kenyataan, bukan aku mencari pilihan kata-kata yang indah,
namun tidak sesuai dengan kenyataan. Justru itu yang akan membunuh aku dalam
mencipta lagu. Saat ini aku memiliki banyak ide yang tertanam dalam fikir,
tulisan yang korup, melihat film, dan semua adaptasi yang aku lakukan dalam
hidupku.
Semua Kulit Sawo :
Aku
seorang pencipta lagu dari ribuan dan bahkan lebih di luar sana. Pencipta lagu
di luar ang sudah memiliki bakat dan kemampuan yang tidak diragukan lagi.
Tetapi apakah mereka juga berangkat dari kesuksesan, pasti tidak. Semua akan
berangkat dari awal. Jalan pintas, bukanlah segala bagi pencipta lagu. Kala aku
menilik film naruto dia bercetus “ kalau ingin menjadi hokage, tidak dengan
jalan pintas. Semua bertahap”. Itu yang aku lakukan selama ini, merangkak dan
menitih pengalaman dari bawah. Aku pelajari apa yang telah ada dalam hidup yang
menyesatkan kini.
Semua Kulit Sawo :
Semua
yang telah orang lakukan, wajib kita hargai walaupun itu secuil. Entah
bagaimanapun usahanya, jelek ataupun buruk. Di daerah Brasil di kota Favela
yang kumuh, kehidupan ekonomi di pasok dengan narkoba. Keuntungan dibuatnya
mendanai sekolah-sekolah, posyandu, bahkan untuk kebaikan sesama, agar tetap
hidup. Disitulah seseorang harus mengetahui bagaimanpun usaha yang dilakukan
setiap manusia haruslah kita hargai. Ingat walaupun secuil saja.
Semua Kulit Sawo :
Kalian
yang telah duduk dan tidak memikirkan pencipta telah digemparkan menyali aturan
yang ada. Tidak mengenakan telinga. Ini mataku yang tidak akan pernah buta
melihat kejadian yang telah kau lakukan. Kalaupun itu adalah karyamu, kau juga
pasti terpukul. Akan semua orang yang terpukul akan merenungi kesedihannya?.
Aku juga tidak tahu, tetapi itu akan menyakitkan pastinya. Akupun sedikit sakit
dan mencoba melihat ke depan.
Semua Kulit Sawo :
Apa
yang telah aku ciptakan bukan sekedar sampah biasa, sampahpun masih dapat
didaur ulang. Begitupun laguku. Ketika
banyak orang menggangap laguku adalah sampah, akan aku daur ulang dengan
teliti. Dan akan aku sampaikan, tanpa kalian tidak harus memberi komentar dan
saran yang menjatuhkan hati. Ingat dunia kritik juga perlu penghargaan dari
segi apapun. Jangan terpaut pada sebuah kata dan kalimat yang membuat kau
ketakutan menerapkannya.
--------------------SELESAI---------------------
Komentar
Posting Komentar