Apakah KKN?

 Oleh: Edy Saputro Cahyo

KKN, kuliah kerja nyata. Program ini adalah salah satu dari tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Biasanya terletak pada desa, beberapa kecamatan dari satu kabupaten.
Mahasiswa yang serius menganggap KKN suatu perkerjaan dalam perolehan nilai saja. Tanpa memberikan banyak kontribusi sosialnya kepada masyarakat. Dalam prosedur masing-masing perguruan mempunyai kebijakan sendiri-sendiri. Mahasiswa yang serius juga akan bersungguh-sungguh dalam kinerjanya, Baik terhadap masyarakat dan pihak lembaga pengabdian masyrakat (LPM). Mahasiswa yang dulu-dulu memang mempunyai cara berpikir yang berbeda dengan mahasiswa sekarang, era modern.
Bagaimana mahasiswa sekarang menilai tentang KKN. Banyak ucapan dari ujung Jember barat sampai hilir,ada beberapa pemaknaan baru. Mahasiswa mengutarakan tentang KKN ada 4. Ada di bawah ini.
Satu, Menganggap KKN adalah kuliah kerja nyatai, yang dilakukan mahasiswa dengan bersantai santai, tidak terpatok pada nilai. Mahasiswa yang tidak mempunyai disiplin ilmu. Dalam pekerjaan tugas dari LPM  dibuat nyanti saja. Program kerja dibuat nyantai pula. Menurut kamus KKBI santai adalah  “bebas dari ketengangan, dalam keadaan bebas dan senggang, bersifat pribadi pada suasana akrab”. Dalam kenyataannya nyantai ini dikenakan terhadap seluruh kegiatan yang formal seperti, baju santai yang seharusnya pakai almamater setiap ada kegiatan.  Ada pula, mahasiswa yang KKN tiap minggunya dibuat liburan kesalah satu tempat pariwisata.
Kedua, KKN adalah kuliah kerja nyangkruk. Mahasiswa yang seperti ini siang, malam, dan sore sering nyangkruk. Ada tempat-tempat tertentu yang menjadi tujuan penyangkruk meliputi, warung, posko, kontrakan di desa. Itulah yang dilakukan, hanya bergurai dan lebih dekat dengan keakraban masyarakat dan teman.
Ketiga, KKN adalah kuliah kerja nyari-nyari. Mahasiswa yang nyari-nyari jodoh, bunga desa, cinlok, dan kesenagan tersendiri sesaui ambisi. Menurutku aku suka poin ketiga ini, aku akan mendukung perngertian KKN persis seperti itu. Setelah selesai KKN ada yang sudah jadian, ada yang punya pacar anak desa. Parahnya lagi,  anak yang dipacari adalah anak kepala desa.
Keempat, KKN adalah kuliah kerja nglayap. Menemui mahasiswa seperti ini jarang sekali, tetapi ada. Pada dasarnya nglayap hamper sama dengan nyangkruk. Tetapi nglayap di sini lebih merujuk pada kegiatan di luar program kerja, yaitu cari ikan, cari jeruk, dan sayur-sayur. Mhasiswa yang ini, tidak mau rugi selalu hitung-hitungan agar tidak rugi. Memang jarang sekali tinggal di posko, keseringan tinggal di rumah perangkat desa. Itulah singkat KKN jaman sekarang. 


Komentar