- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh: Edy Saputro Cahyo
![]() |
| Foto Ojo_MMA |
Hari
yang paling aku resapi dalam hidup ada 3. Pertama, Hari paling terindah adalah
hari-hari saat aku bersamamu. Kedua, hari-hari saat kau keluar dan melihat
dunia ini. Ketiga, hari-hari yang setiap tanggal 4 aku sentuhkan kata-kata.
Ketiga hari itulah yang selama ini menjadi kekuatan tambahan cintaku padamu. Tepat hari
ini adalah hari ketiga yang aku resapi. Hari yang telah menyatu aku dan kau dalam
ikatan ,yang aku dan kau setujui sendiri, beriringnya waktu semua menyetujui
hari ini. hari yang membawa kita dalam sebuah tantangan cinta selama ini.
Kata-kata
tercipta untuk sebuah ingatan malam
Tentang hari yang
bersajak setiap tanggal 4.
Jam 12 patokan
utama
Menyorotkan
lantunan kata-kata yang diresapi hati.
Hari……
Selalu mengetuk
rinduku bersamamu
Dalam nafas
tangis tersedu-sedu.
4 ketukan bibir
melambai biasa
Hari…..
Cinta dan jarak
tak beralasan mengadu nasib aku dank au bercumbu.
Sentuhan
apa lagi yang harus aku berikan untuk mengenal hari ini. sebuah arsip fikir
yang telah ada sejak aku dan kau bersatu. Permintaan apa yang kau inginkan
telah direncakan oleh-Nya. Seperti apa cerita yang telah kita langkahkan
bersama. Sungguh dia telah amat adil memberi sebuah kepedulian hasrat kepada
kita. Mengenal cinta dan jarak yang selama ini kita jalani. Kapan aku akan bisa
bersammu lebih dari 2 jam saja. Amat terindah waktu untukku. Tetapi, waktu
telah direbut oleh-Nya, untuk dijadikan sebuah hadiah istimewa, untuk aku dan kau.
Apa
yang terjadi hari ini dan hari-hari selanjutkan, akan aku renungi nasib cinta dan
jarak. Merenungi untuk mengapai sebuah mimpi. Semua tak dapat dijelaskan dengan
sebuah hal-hal yang tersuratkan. Dogma-dogma
cinta dan jarak melumpuhkan kita, bukan. Kesadaran yang telah lama kita tangisi
tetap akan terjadi. Entah waktu dan hari apa kita akan bisa selalu bersama.
Justru,
disitulah cinta akan ada sebuah cerita yang akan membebani kehidupan. Ingat cinta
jangan dijadikan beban ataupun pengorbanan, cinta tak pernah salah. Tetapi yang
patut disalahkan adalah kita. Cinta yang telah kita bangun, kini memang
pondasi-pondasinya telah goyah. Entah karena bencana alam, musibah dan percikan
cinta dan jarak.
Melepas
cinta dan jarak tak layaknya pecudang cinta
Memikirkan
relung langkah-langkah cinta.
Pesona
alam mengetarkan seluruh cinta
Cinta dan
jarak , ,
Menghunus
serpihan hati yang luka.
Cinta
telah dihempas tsunami
Jarak
membisu diterkam intuisi
Cinta
dan jarak yang sakral yang akan selalu di amini-Nya.

Komentar
Posting Komentar