- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh: Edy Saputro Cahyo
Menjadi mahasiswa pasti akan
menemui skripsi. Formalitas akhir yang dilakukan adalah penggarapan tugas akhir
atau skripsi. Skripsi adalah rangkaian penelitian baik secara kualitatif dan
kuantitatif, ini bergantung pada jurusan masing-masing. Tuntutan membaca adalah
modal utama menyelami skripsi. Mahasiswa yang sudah melampui banyak semester,
pada titik terakhir akan malas. Penyakit malas adalah hal yang biasa. Tetapi,
berbeda dengan musuh mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Jember. Mahasiswa
menggangap banyak musuh yang telah dilalui.
Musuh utama mahasiswa tingkat akhir
adalah dosen. Dikatakan banyak slentingan percakapan di warung-warung
ujung-ujungnya akan merujuk pada dosen. Dosen sendiri seperti balas dendam
dengan pelajaran yang diberikan kepada mahasiswa. Dosen waktu dahulu jelas,
nilai pendidikannya kurang dalam menempati gelar S1. Nah, saat dosen sudah
mempunyai gelar S2, ilmu yang didapat akan diterapkan kepada mahasiswanya. Itu
justru akan membuat mahasiswa adaptasi dengan apa yang disampaikan dosen cukup
lama.
Mahasiswa menganggap musuh utama
adalah dosen. Perjalanan dan kelancaran pengarapan akan berpengaruh pada
kesetiaan dosen menemani mahasiswanya. Sikap disiplin yang dtunjukkan dosen
akan memabukan mahasiswanya. Terkadang mahasiswa sangat benci dengan dosen yang
memberikan perlakuan tidak menyenangkan. Di saat dosen tepat, mahasiswa akan
telat, dan sebaliknya. Mahasiswa dan dosen sebenarnya adalah teman. Sama-sama
yang akan membawa ilmu ke publik.
Permasalahn yang sudah menyakiti
hati mahasiswa tingkat akhir justru akan tetap membangkang. Skripsi jalan
asalkan dosen juga nyaman. Toh mahasiswa bukan anak kecil lagi, yang harus
dimarah-marahi seperti anak kecil. Kalau dosen-dosen sadar akan mahasiswa yang
ingin maju, maka dosen tidak akan melumpuhkan semangat yang telah dimiliki.
Permusuhan mahasiswa dan dosen terjadi karena perlakuan dosen yang kejam, dari
segi bimbingan, birokrasi dan apapun yang menyangkut skripsi.
Di titik akhir dan juga malu dengan
masih banyak mahasiswa tingkat akhir, adanya cuci gudang. Dosen-dosen
akan mencari mahasiswa agar cepat bisa lulus. Perlakuan dosen yang tidak bisa
menyadari keadaaan saat lalu dan sekarang. Dosen hanya ingin sok pandai dan sok
prihatin di titik terahir peristiwa.
Komentar
Posting Komentar