Musuh Mahasiswa Adalah Dosen Komunis

Oleh: Edy Saputro Cahyo

Menjadi mahasiswa pasti akan menemui skripsi. Formalitas akhir yang dilakukan adalah penggarapan tugas akhir atau skripsi. Skripsi adalah rangkaian penelitian baik secara kualitatif dan kuantitatif, ini bergantung pada jurusan masing-masing. Tuntutan membaca adalah modal utama menyelami skripsi. Mahasiswa yang sudah melampui banyak semester, pada titik terakhir akan malas. Penyakit malas adalah hal yang biasa. Tetapi, berbeda dengan musuh mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Jember. Mahasiswa menggangap banyak musuh yang telah dilalui.
Musuh utama mahasiswa tingkat akhir adalah dosen. Dikatakan banyak slentingan percakapan di warung-warung ujung-ujungnya akan merujuk pada dosen. Dosen sendiri seperti balas dendam dengan pelajaran yang diberikan kepada mahasiswa. Dosen waktu dahulu jelas, nilai pendidikannya kurang dalam menempati gelar S1. Nah, saat dosen sudah mempunyai gelar S2, ilmu yang didapat akan diterapkan kepada mahasiswanya. Itu justru akan membuat mahasiswa adaptasi dengan apa yang disampaikan dosen cukup lama.
Mahasiswa menganggap musuh utama adalah dosen. Perjalanan dan kelancaran pengarapan akan berpengaruh pada kesetiaan dosen menemani mahasiswanya. Sikap disiplin yang dtunjukkan dosen akan memabukan mahasiswanya. Terkadang mahasiswa sangat benci dengan dosen yang memberikan perlakuan tidak menyenangkan. Di saat dosen tepat, mahasiswa akan telat, dan sebaliknya. Mahasiswa dan dosen sebenarnya adalah teman. Sama-sama yang akan membawa ilmu ke publik.
Permasalahn yang sudah menyakiti hati mahasiswa tingkat akhir justru akan tetap membangkang. Skripsi jalan asalkan dosen juga nyaman. Toh mahasiswa bukan anak kecil lagi, yang harus dimarah-marahi seperti anak kecil. Kalau dosen-dosen sadar akan mahasiswa yang ingin maju, maka dosen tidak akan melumpuhkan semangat yang telah dimiliki. Permusuhan mahasiswa dan dosen terjadi karena perlakuan dosen yang kejam, dari segi bimbingan, birokrasi dan apapun yang menyangkut skripsi.
Di titik akhir dan juga malu dengan masih banyak mahasiswa tingkat akhir, adanya cuci gudang.  Dosen-dosen akan mencari mahasiswa agar cepat bisa lulus. Perlakuan dosen yang tidak bisa menyadari keadaaan saat lalu dan sekarang. Dosen hanya ingin sok pandai dan sok prihatin di titik terahir peristiwa.


Komentar