Sajak_Relung Yang Luluh

oleh: Edy Saputro Cahyo

Bicaramu dan gerikmu telah menodai cinta
Tetapi, tubuh ini tak dapat membohongi cinta
Seluas apa kita telah bercengkrama meniup nafas
Rupanya cinta telah beralas kain sutra lain.
Saat babtis samudra rembulan menyapa
Kau relungkan cidera hati luluh.
Melamun. . .
Tubuh ini selalu merasa hangat hangat dalam mimpi.
Malam. . .
Aku bersama kias rindu telah malu mendekati cinta.
Kamar. . .
Menyamar mesra saat aku dan kau berpeluk cinta.
Lelah..!
Pendaratan cinta terhempas karang lautan.


Komentar